Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 07:12 WIB

Kasus Aniaya Pegawai KPK Masih Tahap Pemberkasan

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 27 Maret 2019 | 21:05 WIB
Kasus Aniaya Pegawai KPK Masih Tahap Pemberkasan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah informasi bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam kasus penganiataan pegawai KPK yang menyeret Sekda Papua Hery Dosinaen sebagai.

"Sepertinya sudah semuanya dan kita masih proses pemberkasan sampai saat ini," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/3/2019).

Meski demikian Argo belum bisa memastikan kapan pemberkasan tersebut akan selesai dan dikirim ke kejaksaan.

"Belum tentu, kita tunggu penyidik. Buat resume itu tidak mudah, panjang, kalau saksinya banyak kan banyak juga," ujarnya

Sebagaimana diberitakan, Polda Metro Jaya meningkatkan staus Sekda Pemprov Papua Hery Dosinaen di kasus dugaan penganiayaan penyelidik KPK. Hery ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk status Sekda Papua atas nama pak Hery status saksi sudah kita naikan tersangka dan saat ini masih dalam pemeriksaan nanti kita tunggu aja jam berapa selesai," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/2/2019).

Untuk diketahui, Gilang adalah orang yang diduga dianiaya, saat sedang mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan Anggota DPRD Papua di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu malam, 2 Februari 2019.

Saat itu, sejumlah orang dari Pemprov Papua datang menghampiri Gilang, karena tidak terima difoto. Mereka sempat menanyakan identitas Gilang. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK namun mereka tetap melakukan penganiayaan.

Hal ini membuat wajah Gilang mengalami luka memar dan sobek. Korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, Minggu 3 Februari 2019.

Kemudian, pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab, di dalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak pemprov, terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap. [adc]

Komentar

x