Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 22:13 WIB

Mangkir, KPK Batal Periksa Ketua PPP Jatim

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 25 Maret 2019 | 20:42 WIB
Mangkir, KPK Batal Periksa Ketua PPP Jatim
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Ketua DPW PPP Jawa Timur (Jatim) Musyaffa Noer hari ini, Senin (25/3/2019).

Hal itu lantaran hingga sore, Musyaffa tak kunjung memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kementeriaan Agama (Kemenag).

"Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 3 orang, namun terdapat 1 saksi tidak hadir, yaitu, Musyaffa Noer. Namun, alasan ketidakhadiran tidak cukup jelas," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (25/3/2019).

"KPK akan memanggil kembali sesuai kebutuhan penyidikan," sambungnya.

Sedianya hadir, Musyaffa bakal jadi saksi untuk tersangka Romahurmuziy (Rommy), bekas Ketua Umum PPP yang jadi tersangka dalam kasus ini.

Rommy ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Rommy .

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama. [ton]

Komentar

Embed Widget
x