Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 00:43 WIB

Jejaring Tim Relawan Jokowi-Ma'ruf di Kasus Rommy?

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 25 Maret 2019 | 17:10 WIB
Jejaring Tim Relawan Jokowi-Ma'ruf di Kasus Rommy?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Keterangan Romahurmuziy tentang rekomendasi dari sejumlah tokoh ihwal pengisian jabatan di Kemenag menarik ditelisik. Figur Khofifah Indar Parawansa dan Kiai Asep Saifuddin Chalim mencuat, menariknya kedua tokoh ini berada di struktur Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) pendukung Jokowi-Ma'ruf. Sebuah kebetulan?

Tersangka kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama Romahurmuziy menyebut dua tokoh Jawa Timur yakni Khofifah Indar Parawansa serta KH Asep Saifudin Chalim memberi rekomendasi Haris Hasanudin, Kakanwil Kemenag Jatim, yang juga penyuap Rommy untuk menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. "Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus," cerita Rommy menirukan pernyataan Khofifah, usai diperiksa KPK, Jumat (23/3/2019).

Khofifah sebagai Gubernur Jatim terpilih, kata Rommy, telah mengenal kinerja Haris. Harapannya ke depan memiliki sinergi dengan Pemprov Jatim. Selain menyebut nama Khofifah, Rommy juga menyebut KH Asep Saifudin Chalim yang turut menyampaikan aspirasi soal Haris.

Kendati demikian, Rommy memastikan dirinya tidak pernah mengintervensi proses pengisian jabatan di Kemenag. Proses seleksi tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. "Proses seleksi saya tidak intervensi, proses seleksi dilakukan panitia yang sangat profesional," tegas Rommy.

Menariknya dua nama yang disebut Rommy yang merekomendasi nama Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin. Khofifah dan Asep memiliki hubungan persahabatan politik yang erat. Saat Pilgub Jatim 2018 lalu, pengasuh Pondok Pesantren Amanul Ummah itu pernah membuat geger politik Jatim. Pemicunya, Kiai Asep mengeluarkam fatwa bahwa orang Islam hukumnya fardu ain memilih Khofifah. Imbas fatwa itu, Kiai Asep sempat dilaporkan ke Polda Jatim.

Sukses Pilkada Jatim, membuat hubungan Khofifah dan Kiai Asep berlanjut di Pilpres 2019. Khofifah bersama sekutu tim sukses Pilgub Jatim, mendirikan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), relawan pendukung Jokowi-Maruf khusus diperuntukkan bagi kiai dan santri, komunitas yang lekat dengan Khofifah. Relawan ini telah terbentuk di berbagai daerah di Indonesia. Di organisasi ini Khofifah didapuk sebagai Ketua Dewan Pengarah JKSN dan Kiai Asep didapuk sebagai Ketua Dewan Pakar JKSN.

Menariknya, nahkoda JKSN dipimpin oleh Roziqi yang notabene bekas Ketua Tim Sukses Khofifah saat Pilkada Jatim, tahun 2018 lalu. Sosok Roziqi tidak berangkat sebagai politisi. Ia merupakan bekas Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Saat ini Roziqi juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur.

Sosok Haris Hasanudin, Kakanwil Kemenag Jatim yang dilantik pada 5 Maret 2019 lalu, yang notabene penyuap Rommy, tak lain merupakan menantu Roziqi, Ketua JKSN.

Di poin ini tampak terdapat benang merah antara Khofifah, Kiai Asep serta Roziqi yang dipertemukan melalui persahabatan politik di Pilgub Jatim dan berlanjut di Pilpres 2019 ini. Ketiganya memiliki hubungan politik yang dekat. Perekomemdasi Haris, menurut cerita Rommy adalah Khofifah dan Kiai Asep. Adapun sosok yang direkomendasi tak lain merupakan anak menantu Roziqi, Ketua JKSN yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim tahun lalu.

Saat dikonfirmasi ihwal keterangan Rommy terkait peran Khofifah merekomendasi nama Haris Hasanuddin, Khofifah mengaku tidak tahu menahu. "Silakan tanya Mas Rommy karena saya juga kaget rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Khofifah khawatir ada pihak yang mengatasnamakan dirinya terkait rekomendasi nama calon Kakanwil. "Saya khawatir ada yang nengatasnamakan saya," curiga Khofifah.

Saat INILAH.COM mengonfirmasi ihwal korelasi JKSN dengan rekomendasi sosok Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim, Roziqi tidak merespons pesan yang dikirim melalui WhatsApp kendati pesan tersebut sudah tertanda terbaca. Saat INILAH.COM menghubungi via telepon Roziqi juga tak menjawab panggilan tersebut.

Keterangan Rommy ihwal dua sosok penting perekomendasi figur Haris Hasanudin yakni Khofifah dan Kiai Asep semestinya dapat ditelusuri lebih lanjut oleh KPK. Keterangan Rommy menjadi informasi penting ihwal hulu dari praktik patgulipat pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Begitu pula bantahan Khofifah juga harus ditempatkan dalam bingkai proses penyidikan perkara ini. Langkah ini semata-mata agar kasus ini terang benderang.

Komentar

x