Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 20:52 WIB

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Oleh : Aris Danu | Kamis, 21 Maret 2019 | 13:35 WIB
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis hakim PN Bandung menolak nota keberatan atau eksepsi Bahar bin Smith atas dakwaan tindak pidana penganiayaan terhadap dua anak dibawah umur.

"Mengadili, menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tersebut," kata ketua majelis hakim Edison Muhammad di persidangan di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Kamis (21/3/2019).

Dalam amar putusan selanya, majelis hakim juga menerima surat dakwaan yang dibuat oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cibinong. Dakwaan jaksa, menurut hakim, memenuhi syarat untuk melanjutkan persidangan ke pemeriksaan saksi.

"Memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melakukan pemeriksaan terhadap perkara terdakwa," lanjut Edison.

Sidang berikutnya akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. JPU nantinya akan menghadirkan 2 orang saksi untuk pada selanjutnya yang dijadwalkan digelar pada 28 Maret 2019.

Bahar bin Smith didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua anak dibawah umur, Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi. Dalam dakwaannya, jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Bahar didakwa melanggar dakwaan kesatu primer, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 333 ayat (2) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Ia juga didakwa dengan dakwaan subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 333 ayat (1) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUH Pidana.

Selain itu, Bahar juga didakwa dengan dakwaan kedua primair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHPidana. Perbuatan terdakwa Bahar juga didakwa dakwaan subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHPidana.

Kemudian, JPU juga mendakwa Bahar dengan dakwaan lebih subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan lebih subsidair lagi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Yang terakhir, Bahar didakwa dakwaan ketiga sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. [rok]

Komentar

x