Find and Follow Us

Senin, 20 Mei 2019 | 23:12 WIB

Air Lautnya Berubah Warna, Lokasi Suramadu

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 21 Maret 2019 | 06:27 WIB
Air Lautnya Berubah Warna, Lokasi Suramadu
Air laut di bawah jembatan Suramadu - (Foto: Instagram)

INILAHCOM, Madura - Pemandangan aneh tampak diperairan Surabaya-Madura pada Rabu (20/3/2019). Sebuah video unggahan akun @balimedsos menunjukkan air laut yang berbeda warna.

Tampak ada dua sisi air laut yang berbeda warna. Satunya berwarna agak hitam gelap, sementara sisi lainnya tampak berwarna hijau kecoklatan. Gambar tersebut direkam oleh seorang pengendara motor yang berhenti di Jembatan Suramadu pada Rabu pagi.

Selain merekam ke arah laut selat Madura, perekam sesekali juga mengarahkan kamera ke arah Jembatan Suramadu.

Terkait itu, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Adi Hermanto mengatakan peristiwa tersebut adalah hal biasa terjadi.

"Itu memang halocline. Itu suatu hal yang wajar dan alamiah. Fenomenanya tidak perlu dikhawatirkan," ujar Adi Rabu (20/3/2019).

Ade menerangkan, fenomena tersebut memang mengakibatkan terjadinya gradasi warna. Sehingga air laut tampak seperti terbelah."Terjadinya gradasi warna itu karena adanya perbedaan densitas (massa jenis), salinitas (tingkat keasinan)," ungkapnya.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, ketika air yang kandungan garamnya lebih rendah dari yang lebih tinggi, maka terjadilah fenomena air laut seperti terbelah.

HEBOH! TERJADI FENOMENA ANEH DI LAUT SURAMADU, SURABAYA, JAWA TIMUR RABU (20/3). FENOMENA INI TERJADI 56 KM ATAU SETARA DENGAN PERJALANAN DARI DPS-SINGARAJA . Video yang memperlihatkan fenomena bertemunya dua arus air di bawah Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) viral di media sosial, Rabu (20/3/2019). Video tersebut beredar selain di grup-grup whatsApp, juga di kanal Youtube maupun Instagram. Dalam video berdurasi kurang dari 30 detik itu, nampak dua arus air laut di Selat Madura yang berbeda warna hingga nampak membuat garis di antara dua warna yang berbeda kontras. Satu sisi air berwarna hijau muda, satu sisi air berwarna biru tua. Gambar tersebut direkam oleh seorang pengendara motor yang berhenti di Jembatan Suramadu pada Rabu pagi. Selain merekam ke arah laut selat Madura, perekam sesekali juga mengarahkan kamera ke arah Jembatan Suramadu. Adi Hermanto, Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, menyebut fenomena tersebut disebut Halocline. "Fenomena ini terjadi alamiah dan tidak perlu dikhawatirkan," katanya dikonformasi melalui telepon. Fenomena itu kata Adi juga tidak ada hubungannya dengan kondisi iklim dan cuaca terkini di sekitar Jembatan Suramadu. "Fenomena tersebut juga tidak terkait dengan cuaca ekstrem akhir-akhir ini," ujarnya. Helocline kata dia terjadi akibat pertemuan dua arus air laut, yang satu memiliki kandungan garam rendah, dan satunya memiliki kandungan garam yang lebih tinggi, sehingga nampak dua warna arus air laut yang sangat berbeda. "Fenomena Halocline sering terjadi di sekitar perairan Selat Madura, karena di kawasan Selat Madura banyak muara sungai baik dari Pulau Jawa maupun pulau Madura," ujarnya. . Sumber Tribun Jogja .https://www.google.com/amp/jogja.tribunnews.com/amp/2019/03/20/fenomena-halocline-saat-dua-arus-bertemu-di-bawah-jembatan-suramadu . . Video istimewa Via @jeg.bali

Sebuah kiriman dibagikan oleh Info Bali, Viral & Berita (@balimedsos) pada


Komentar

Embed Widget
x