Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 23:23 WIB

Dilaporkan Polisi, PBNU Siap Bela Kiyai Said Aqil

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 20 Maret 2019 | 23:25 WIB
Dilaporkan Polisi, PBNU Siap Bela Kiyai Said Aqil
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan kasus ujaran kebencian. Maka, warga nahdliyin akan berada di belakang Kiyai Said Aqil.

"Kami semua baik selaku warga maupun pengurus NU akan senantiasa berdiri di belakang Kiai Said Aqil," kata Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Menurut dia, terkait adanya radikalisme yang ditandai sikap intoleran berbagai hasil survei sudah melansir hal tersebut. Bahkan, publik sudah gamblang mengetahui adanya kampanye khilafah sebelum HTI dicabut badan hukumnya.

"Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini di media sosial," ujarnya.

Tentu, Robikin mengatakan merupakan kewajiban segenap komponen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI baik keutuhan teritorial, sumber daya alam maupun budaya.

"Khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara adalah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI," jelas dia.

Bagi NU, kata Robikin, agama dan negara tidak perlu dipertentangkan karena keduanya bisa saling mengisi dan bisa harmonis. Sebab, NU mengharmoniskannya dengan jargon hubbul wathon minal iman, nasionalisme adalah bagian dari agama.

"Kiai Said Aqil, NU dan kita semua layak terus mengkampanyekannya agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat kita wujudkan bersama," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dilaporkan oleh Damai Hari Lubis yang didampingi Advokat Korlabi dan Advokat AAB (aliansi anak bangsa) ke Bareskrim Polri.

Said Aqil dilaporkan dengan nomor LP/B/0309/III/2019/ BARESKRIM tertanggal Senin (18/3/2019) atas tuduhan diduga melakukanujaran kebencian di depan umum melalui media elektronik.

Sementara, Kiyai Said dilaporkan dengan tuduhan melanggar Pasal 156 dan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang transaksi elektronik. Sedangkan, alat bukti yang diserahkan ke kepolisian berupa kepingan CD. [adc]

Komentar

x