Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 23:38 WIB

Banjir Bandang Sentani

Polisi Selidiki Izin Tambang di Sentani

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 18 Maret 2019 | 22:13 WIB
Polisi Selidiki Izin Tambang di Sentani
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Pasetyo - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan akan melakukan koordinasi dengan jajaran terkait pemicu banjir bandang di Sentani, Papua. BNPB sebelumnya menduga banjir bandang yang terjadi di Sentani salah satunya disebabkan oleh rusaknya ekosistem di Gunung Cycloop.

"Sangat bergantung pada proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat secara terpadu. Jadi nggak bisa kepolisian berdiri sendiri, kepolisian akan bekerja sama dengan (dinas) lingkungan hidup, kemudian bekerja sama dengan saksi ahli lingkungan. Kalau menyangkut kehutanan juga dengan (dinas) kehutanan setempat. Di situ secara komprehensif harus menilai, harus melakukan audit secara komprehensif, apa yang mengakibatkan terjadinya bencana," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Pasetyo kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Dedi mengatakan izin pertambangan di kaki Gunung Cycloop akan diusut. Polisi akan menyelidiki adakah unsur pidana atau tidak.

"Misal bencana diakibatkan pembalakan liar, itu sudah ada peta, siapa yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi di situ, siapa yang memberikan izin, sudah berapa lama. Kemudian ada audit tentang lingkungan hidup, nanti audit sejauh mana akibat kerusakan itu, itu ada semua. Kalau sudah dilakukan secara masif pembalakan liar atau mengubah kawasan penyangga, diubah jadi kawasan pemukiman, ada pelanggaran pidana," ucapnya.

"Sangat kompleks, tergantung fakta hukum yang ditemukan para pihak yang berkompeten mengaudit suatu peristiwa tersebut, ada masalah lingkungan hidup, tentang UU Kehutanan, tentang naskah konversi, tidak hanya satu pidana saja," sambung dia.

Banjir Bandang di Sentani menewaskan 80 warga sekitar. Saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan oleh SAR, TNI-Porli dan jajaran terkait. Puluhan rumah dan warga yang terkena luka-luka juga cukup banyak. [adc]

Komentar

x