Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Maret 2019 | 03:08 WIB

Wakapolri: Milenial Garda Terdepan Tangkal Hoax

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Minggu, 17 Maret 2019 | 18:06 WIB

Berita Terkait

Wakapolri: Milenial Garda Terdepan Tangkal Hoax
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menghadiri acara Milenial Anti Hoax (MAH) di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Ribuan Milenial juga hadir dalam acara ini.

Komjen Ari Dono mengatakan acara MAH ini sangat bermanfaat khususnya bagi bangsa Indonesia yang kini marak beredarnya hoax. Polri, dalam hal ini, menggelar MAH ini guna memberi edukasi kepada masyarakat khususnya kaum milenial untuk menjadi garda terdepan menangkal berita-berita hoax.

"Karena beberapa tahun ke depan, kita akan hadapi Indonesia emas. Kalianlah (Milenial) yang nanti berkiprah apakah indonesia emas terhadi atau tidak," kata Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto di lokasi.

"Jadi sesuai dengan tema kegiatan hari ini adalah, milenial antihoaks jadi milenial yang dihadapan saya antihoaks saya minta disebarkan ke rekan-rekan kalian. Kita doakan milenial diberikan kesehatan," sambung Ari Dono.

Dalama acara ini, Polri juga menggandeng artis Baim Wong untuk mendeklarasikan Anti hoax. Polri menyebut hoax menjadi sumber masalah pemecah belah bangsa.

"Hoax tidak baik. Hoax langagar UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Saya harap anak-anakku, ketika kita baca informasi di gedget masing-masing. Tolong baca habis, jangan atas saja. Si pembuat memang punya niat jahat," jelas Ari Dono.

Ari Dono menambahkan memerangi hoax adalah dengan berfikir secara sehat. Caranya, dengan menyaring informasi yang didapat terlebih dahulu sebelum di share. Jika merasa ragu, Ari menyarankan untuk bertanya pada orang sekitar apakah informasi itu benar atau tidak.

"Baca dulu, setelah dibaca lagi, nilai, apakah berita manfaat tidak untuk saya. Ada manfaat kalau kita kirim orang lain? Ada manfaat untuk orang lain? Kalau tidak benar, atau sifat hasut, tolong abaikan, delete, jangan kita kirimkan, atau konfirmasi, 'eh, ini benar tidak," tutur Ari Dono. [rok]

Komentar

x