Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 18:28 WIB

Banjir Ponorogo Telan Kerugian Hingga Rp8,8 Miliar

Sabtu, 16 Maret 2019 | 11:22 WIB

Berita Terkait

Banjir Ponorogo Telan Kerugian Hingga Rp8,8 Miliar
(beritajatim)

INILAH.COM, Ponorogo - Banjir yang menerjang enam kecamatan di Ponorogo beberapa waktu lalu berdampak pada kerugian di sektor infrastruktur dan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghitung kerugiannya mencapai Rp 8,8 miliar. Dengan rincian, infrastruktur sebesar Rp 6,8 miliar dan sektor pertanian Rp 1,8 miliar.

"Dan ada tambahan lagi plesengan sekolah di Kecamatan Ngrayun longsor, kerugian sekitar Rp 200 juta. Jadi total kerugian akibat banjir tersebut Rp 8,8 miliar," kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Sabtu (16/3/2019).

Sektor infrastruktur menyumbang kerugian terbesar karena banjir membuat beberapa jembatan putus. Antara lain jembatan di desa Broto, Nambak II dan Krisik. Ipong mencontohkan, jembatan Broto jika diperbaiki biayanya Rp 1 miliar. Tetapi kalau ingin dibangun kembali biayanya mencapai Rp 1,3 miliar.

Selain jembatan, banjir juga membuat beberapa talud atau plesengan ambrol.

"Talud kerugiannya tidak besar karena masih terbuat dari tanah. Namun banyak jumlahnya, sekitar 13 talud yang ambrol," katanya.

Sedangkan untuk sektor pertanian, lahan yang terendam banjir seluas 1.700 hektar. Kemudian jumlah tanaman yang mengalami puso seluas 305 hektar. Untuk penghitungan kerugian di sektor ini, Ipong mengacu pada nilai klaim asuransi pertanian. Dimana lahan 1 hektar mendapatkan asuransi Rp 6 juta.

"Kerugiannya, 305 hektar dikali Rp 6 juta, jadi total untuk sektor pertanian Rp 1, 8 miliar," katanya.

Langkah kedepan, untuk talud-talud yang ambrol, Pemkab Ponorogo meminta balai besar wilayah sungai (BBWS) Bengawan Solo membangun talud yang permanen. Karena itu merupakan wewenang dari BBWS Bengawan Solo.

Pemkab Ponorogo juga sedang menganalisis beberapa jembatan yang putus. Kalau digunakan oleh orang banyak, Pemkab setempat memrioritaskan untuk segera dibangun.

"Pemkab Ponorogo akan membantu benih dan pupuk bagi para petani yang mengalami puso atau gagal panen," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x