Find and Follow Us

Rabu, 24 April 2019 | 14:04 WIB

Polri Sebut Paham Radikal Kini Sasar Perempuan

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 15 Maret 2019 | 19:31 WIB
Polri Sebut Paham Radikal Kini Sasar Perempuan
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan kaum hawa atau perempuan kini menjadi sasaran paham radikalisme.

Hal itu berdasarkan analisis rentetan aksi teror dan penangakapan terduga teroris dalam beberapa waktu lalu termasuk istri Abu Hamzah yang lebih memilih meledakan diri dibanding menyerahkan diri.

"Pasca kejadian bom Surabaya, kelompok (teroris Sibolga) ini ada 1 fenomena yan baru di Indonesia sudah mulai melibatkan, mohon maaf, perempuan. untuk melakukan lone wolf," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Dedi mengatakan kini fenomena perempuan ikut terlebih dalam aksi teror juga telah terjadi di negara-negara Irak, Suriah hingga Afganistan. Namun, di Indonesia, Dedi menyebut Densus 88 telah mengetahui jejak kaum hawa yang ikut dalam aksi teror atau disebut Lone wolf.

"Beda dengan beberapa negara lain yang sudah terpapar ISIS. Perempuan sudah melakukan lone wolf baik di Afganistan, Irak, Suriah, dan beberapa wilayah lainnya. di Indonesia fenomena ini sudah mulai terbaca oleh Densus 88," jelas Dedi.

"Seperti kejadian kemarin di Sibolga, perempuan ini memiliki militansi yang jauh lebih tinggi, lebiu kuat pemahamannya dibanding laki-laki. Kemarin berulang kali saudara AH membujuk istrinya untuk menyerahkan diri, namun demikian tetap gagal," imbuh Dedi.

Oleh karena itu, Dedi mengajak semua pihak tak terkecuali siapapun untuk ikut bersama-sama memerangi terorisme. Dedi menegaskan terorisme adalah musuh bersama bangsa Indonesia.

"Ini perlu kita cermati bersama ya kita menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme. Karena terorisme merupakan musuh bersama musuh bangsa ini," tegas Dedi.

Istri terduga teroris Abu Hamzah, Solimah lebih memilih meledakan diri dengan bom Lontong pada Rabu (12/3/2019) dinihari. Solimah bunuh diri bersama anaknya berusia 2 tahun.

Polisi sebelumnya melakukan negoisasi agar Solimah menyerahkan diri namun gagal. Bahkan, polisi menghadirkan Abu Hamzah yang ditangkap terlebih dahulu untuk membujuk istirnya agar menyerahkan diri.

Polisi menyebut Istri Abu Hamzah ini lebih militan terhadap ISIS. Solimah disebut lebih keras pemahaman radikal dibanding Abu Hamzah. [ton]

Komentar

x