Find and Follow Us

Senin, 27 Mei 2019 | 15:43 WIB

Isu Kiamat, Ini Penjelasan Pengasuh Ponpes

Jumat, 15 Maret 2019 | 17:41 WIB
Isu Kiamat, Ini Penjelasan Pengasuh Ponpes
(beritajatim)

INILAHCOM, Malang - Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang, Gus Muhammad Romli membantah dirinya mengeluarkan fatwa kiamat sudah dekat. Ia mengaku hanya melakukan pengajian saja.

"Kalau sudah rajab, syaban sampai ramadhan banyak jamaah tarekat yang datang dari luar Jawa. Ada program triwulan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan menyongsong meteor bukan kiamat," kata Gus Romli, Jumat, (15/3/2019).

Gus Romli mengatakan, jamaah triwulan sudah berjalan selama tiga tahun. Menurutnya ia tak pernah bilang tentang fatwa kiamat sudah dekat. Ia hanya menyebut bakal ada meteor jatuh, dimana meteor itu merupakan 10 tanda kiamat.

"Jadi awal dari 10 tanda besar kiamat itu diawali dari hantaman meteor, dalam hadis maka tunggulah dan intailah hari dimana langit akan datang dengan membawa asap yang nyata," papar Gus Romli.

Gus Romli mengajak para jamaah untuk mewaspadai datangnya hari kiamat dengan melakukan zikir, tahlil dan tahmid. Sebab, tanda-tanda hari kiamat, menurut Gus Romli semakin jelas. Salah satunya adalah keringnya danau Tiberias di Israel.

"Dalam hadis tanda kemunculan Dajal adalah keringnya danau Tiberias di wilayah Israel. Kalau di akses di internet keringnya sudah sangat parah dan sudah hampir kering dan di perkirakan oleh BMKG dunia 2022 atau 2023 kering total," ucap Gus Romli.

Gus Romli menyebut berdasarkan perhitungan itu, dugaan meteor jatuh pada 2019 ini. Sebelum itu, diawali dengan tiga tahun kemarau panjang. Atas dasar itu ia mengajak jemaah untuk membawa bekal dari rumah.

"Dalam sebuah hadis. Sahabat bertanya, Ya Rasulluah kita makan apa, kalian orang mukmin tidak perlu khawatir makanannya adalah dzikir, tahlil dan tahmid ada hadisnya itu. Karena itulah kesimpulan kami, kalau 2022 Tiberias mengering kemudian diambil 3 berarti tahun 2019 ini, tapi ini sifatnya kan karena waspada saja, bukan memastikan kiamat," tandasnya. [beritajatim]

Komentar

x