Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 18:26 WIB

KPU Diminta Majukan Debat Capres Putaran Kelima

Oleh : Aris Danu | Kamis, 14 Maret 2019 | 23:02 WIB

Berita Terkait

KPU Diminta Majukan Debat Capres Putaran Kelima
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Ilmu Politik, Hikam meminta KPU meninjau ulang jadwal debat kelima calon presiden dan calon wakil presiden agar tak terlalu dekat dengan masa tenang jelang pencoblosan 17 April 2019.

"Sebaiknya KPU meninjau ulang dengan memberi jeda 1 minggu (minggu tenang), yaitu dari tanggal 13 menjadi tanggal 8 April atau 10 April 2019," kata Hikam di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Menurut dia, rakyat perlu diberi waktu untuk mencerna dan melakukan pendalaman setelah debat terakhir agar bisa menentukan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilihnya nanti.

Selain itu, Hikam mengatakan masyatakat juga harus diberi ruang mengikuti pandangan-pandangan yang muncul dari media dan media sosial mengenai isi debat dan bagaimana kedua pasangan calon menyampaikan isi tersebut.

"Jika debat terlalu dekat dengan hari pencoblosan, sulit untuk menghindarkan kesan bahwa debat hanya semacam formalitas dan bukan hal yang esensial dalam rangkaian Pilpres," ujarnya.

Di samping itu, Hikam mengatakan apabila Pemilu merupakan pengejawantahan prinsip demokrasi yaitu dari dan oleh rakyat. Maka, seluruh proses harus bisa mengakomodasi secara optimal prinsip tersebut.

Oleh sebab itu, Hikam menilai debat calon presiden yang merefleksikan prinsip dari dan oleh rakyat akan mengakomodasi kepentingan rakyat juga. Karena, debat merupakan salah satu komponen terpenting dalam rangkaian proses pemilu presiden.

"Dalam hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk melakukan refleksi baik individu maupun kelompok untuk menentukan pilihan pada pasca-debat," jelasnya.

Dengan demikian, pengaturan jadwal debat harus mencerminkan semangat yang tinggi dan benar-benar efektif serta mampu mengakomodasi kepentingan dari kedua kandidat dan calon pemilih serta rakyat Indonesia pada umumnya.

"Bagi pihak penyelenggara Pemilu sendiri terutama KPU mengajukan jadwal debat menjadi tanggal 8 atau 10 April 2019, berarti memberi waktu menyiapkan pelaksanaan pencoblosan secara serentak untuk pertama kalinya dalam sejarah Pemilu Indonesia," tandasnya. [adc]

Komentar

x