Find and Follow Us

Rabu, 24 April 2019 | 14:00 WIB

KPU Diminta Tingkatkan Pengamanan Data Pemilih

Oleh : Fadli Zikri | Kamis, 14 Maret 2019 | 13:43 WIB
KPU Diminta Tingkatkan Pengamanan Data Pemilih
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawinegara - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawinegara, mengatakan polemik daftar pemilih harus diselesaikan Komisi Pemilihan Umum dan Kementerian Dalam Negeri.

"Persoalan kejanggalan DPT ini serius dan harus wajib diselesaikan, dijawab KPU dan penyelenggara negara yang terkait dengan penanganan kependudukan, dalam hal ini pemerintah," kata Suhendra di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

KPU juga diminta meningkatkan pengamanan IT. Ditambah lagi adanya dugaan serangan peretas dari China dan Rusia meski telah dibantah oleh otoritas setempat.

Suhendra menegaskan temuan 17.5 juta pemilih tak wajar yang ditemukan oleh tim IT BPN harus ditindak lanjuti KPU demi menciptakan Pemilu yang berkualitas, jujur, adil, dan bersih.

"Kejanggalan sejumlah 17,5 juta jiwa merupakan persoalan serius. Karena sangat rentan akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk terjadinya kecurangan dalam Pemilu," ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, sejumlah peretas dari China dan Rusia diduga menyerang pangkalan data KPU untuk mengacaukan Pemilu Presiden mendatang untuk memenangkan salah satu kandidat Calon Presiden dengan memanipulasi data menciptakan daftar pemilih palsu.

Menurut Arief, serangan itu tidak hanya dilakukan setiap hari tapi juga setiap jam. Ia mengungkapkan, tidak jelas apakah serangan itu ditujukan untuk mengacaukan Indonesia atau membantu salah satu kandidat untuk memenangkan pemilu. [rok]

Komentar

x