Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 21:24 WIB

KPK Curigai Proyek Kampus IPDN di Daerah Lain

Oleh : Ivan Sethyadi | Kamis, 14 Maret 2019 | 11:17 WIB
KPK Curigai Proyek Kampus IPDN di Daerah Lain
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai ada proyek lain terkait dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dugaan tersebut muncul setelah penyidik KPK menggeledah Kantor PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya di Jakarta pada Selasa, 12 Maret 2019 lalu.

"Kami menduga korupsi dalam pembangunan Kampus IPDN ini memang tidak hanya terjadi pada satu atau dua tempat saja," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Kamis (14/3/2019).

Dari penggeledahan di dua kantor BUMN tersebut, tim menyita sejumlah bukti tambahan berupa dokumen terkait kasus dugaan kasus dugaan korupsi pembangunan dua gedung IPDN di Sulawesi yang digarap oleh PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya.

"Tapi ada beberapa proyek kampus IPDN yang diduga dikorupsi," ungkapnya.

Saat ini tim penyidik sedang mempelajari lebih jauh dokumen serta alat bukti eletronik lainnya yang disita dari PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya. Nantinya, tim penyidik juga akan memeriksa saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara ini untuk menelusuri lebih jauh hasil barang sitaan KPK tersebut.

"Dan ini yang kami garisbawahi juga ketika korupsi terjadi di fasilitas pendidikan, harapannya itu bisa lebih sedikit," tandasnya.

Diketahui, dua BUMN tersebut merupakan korporasi penggarap proyek pembangunan gedung Kampus IPDN di Sulawesi. PT Adhi Karya merupakan penggarap gedung Kampus IPDN Sulawesi Utara. Sedangkan PT Waskita Karya penggarap gedung IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemendagri, Dudy Jocom dan Kepala Divisi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Adi Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2011.

Dudy Jocom juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung IPDN Sulawesi Utara tahun anggaran 2011. Dalam pembangunan gedung IPDN di Sulut, Dudi ditetapkan bersama-sama Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Dono Purwoko.

Awalnya, Dudi menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan bahwa akan ada proyek IPDN di Sulawesi, pada tahun 2011. Namun, sebelum lelang dilakukan, diduga telah telah disepakati pembagian kerja untuk PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya.

Waskita Karya kebagian untuk menggarap proyek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan Adhi Karya, menggarap proyek di Sulawesi Utara. Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp11,18 Miliar di proyek pembangunan gedung IPDN Sulawesi Selatan dan Rp9,378 miliar di proyek Sulawesi Utara. [rok]

Komentar

x