Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:51 WIB

Jokowi Beri Sertifikat Elektronik ke 16000 Pekerja

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 12 Maret 2019 | 20:13 WIB
Jokowi Beri Sertifikat Elektronik ke 16000 Pekerja
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sertifikat elektronik kepada 16.000 tenaga kerja konstruksi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (12/3/2019).

Presiden Jokowi mengaku senang melihat sumber daya manusia (SDM) muda bangsa ini, wajahnya sangat serah dan penuh harapan. Bahkan, terlihat pintar-pintar. Sebab, mereka sudah pegang sertifikat.

"Kalau sudah pegang sertifikat, kalau enggak pinter kebangetan. Jelas ahli teknik jembatan. Tulisannya jelas sekali. Nanti saya suruh buat jembatan enggak bisa, awas," kata Jokowi.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan program peluncuran dan penyerahan sertifikat elektronik ini merupakan program pemerintah.

Menurut dia, program ini tindak lanjut pemerintah atas perintah Presiden Jokowi saat acara percepatan sertifikasi 10.000 tenaga kerja konstruksi di Kemayoran, Jakarta pada 31 Oktober 2019.

"Sertifikat elektronik ini dibagikan ke 16 ribu tenaga kerja konstruksi yang terdiri atas 13.900 tenaga terampil dan 2100 orang tenaga ahli," kata Basuki.

Ia mengatakan jumlah tenaga kerja yang bersertifikat sampai tahun 2018 ada 616.000 orang dari total tenaga kerja konstruksi 8,3 juta orang atau baru 7,4 persen.

Maka, tahun 2019 ditargetkan 512.000 tenaga kerja konstruksi akan bersertifikat. Menurut dia, target ini 10 kali lipat dari rata-rata capaian tahun 2015-2018 yakni sebanyak 50 ribu orang setiap tahunnya.

"Untuk mengejar target 10 kali lipat sertifikasi, PUPR berkolaborasi dengan Kemendikbud, Kemenkumham, Kemenristekdikti, Kemenaker dan lainnya," jelas dia.

Kini, kata Basuki, pemerintah sudah sertifikasi elektronik melalui lembaga pengembangan jasa konstruksi nasional. Jadi, sertifikat yang mereka sekarang bawa ini nanti akan disimpan di rumah karena semua sertifikasi sudah ada di handphone.

"Itu yang kami namakan elektronik sertifikasi," katanya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x