Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 18:29 WIB

Pendakwah Pro Prabowo Bisa Ciptakan Blunder

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 12 Maret 2019 | 13:15 WIB

Berita Terkait

Pendakwah Pro Prabowo Bisa Ciptakan Blunder
Capres nomor urut 2, Prabowo-Sandi - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam satu pekan terakhir ini, sejumlah pendakwah pendukung Prabowo Subianto menciptakan sejumlah blunder. Bila tak waspada, para pendakwah itu justru bisa menjadi gol bunuh diri bagi Prabowo. Alih-alih mereka memenangkan Prabowo, justru menjadi pemicu kekalahan capres nomor 02.

Wajah pendukung Prabowo Subianto di lini kelompok agama belakangan ini tampak bopeng. Sejumlah blunder yang diciptakan para pendukung Prabowo yang memiliki label ustadz justru menciptakan blunder yang semestinya tak perlu. Alih-alih memperkuat lini barisan pendukung, blunder tersebut justru berpotensi menggerogoti ceruk suara Pabowo.

Sebut saja kesalahan mendasar yang dilakukan oleh Haikal Hasan dan Tengku Zulkarnen. Seperti Haikal Hasan yang memaknai kata kafir berbeda dengan kata kuffar dalam tayangan di salah satu televisi swasta. Haikal menyebutkan kata kafir adalah orang yang tidak mempercayai Allah dan Nabi Muhammad.

Sedangkan orang kuffar kata Haikal merupakan orang yang menyerang Allah dan Nabi Muhammad. "Kalimat itu ditujukan kepada kuffar, saat perang badar," sebut Haikal dalam penggalan video yang beredar viral di media sosial.

Padahal, sejatinya kafir dan kuffar memiliki makna yang sama. Kafir dan kuffar merupakan isim fail dalam ilmu shorof yang lazim dipelajari di pendidikan pesantren. Perbedaan antara kafir dan kuffar hanya terletak pada bentuk tunggal untuk kata kafir dan bentuk jamak untuk kata kuffar. Maknanya keduanya sama, yakni orang kafir.

INILAH.COM mengonfirmasi ihwal materi pernyataan Haikal tersebut langsung ke yang bersangkutan. Haikal meminta untuk mengirimkan link video yang dimaksud terkait ucapan soal kafir dan kuffar. Namun, setelah link video terkirim ke Haikal, klarifikasi tak kunjung dibalas oleh Haikal Hasan.

Setali tiga uang, materi ceramah yang disampaikan Tengku Zulkarnaen yang menyebut kata "kafara-yukaffiru-kufron". Bagi yang mengerti ilmu shorof, bacaan Tengku tentu bermasalah. Kata kafir berasal dari isim fail tsulasi mujarrad yang berasal dari kata "kafara -yakfuru kufron", bukan "kafara - yukaffiru kufron" sebagaimana diucapkan Tengku. Meski, pernyataan Tengku itu lebih kepada faktor kesalahan ucap saja. Karena di ceramah lainnya, Tengku telah benar mengucap kata "kafara - yakfuru kufron".

Peristiwa terbaru soal tudingan Tengku Zulkarnen ihwal materi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang dinilai legalisasi perzinahan oleh pemerintah. Ucapan itu ia sampaikan saat panel dalam sebuah acara televisi Senin (11/3/2019) malam bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzili. Tampak Tengku tak bisa menunjukkan pasal yang dianggap melegalisasi perzinahan Tudingan Tengku tak terbukti.

Melalui akun Twitternya, pada Selasa (12/3/2019) pagi, Tengku memohon maaf ihwal tudingan yang tak berdasar dalam draft RUU PKS itu. Menurut dia, setelah ia baca dan cermati draft RUU PKS tidak ada satu pasal yang menyediakan alat kontrasepsi oleh pemerintah untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan suami istri. "Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yang salah," tulis Tengku dalam akun Twitternya.

Kesalahan dan blunder yang dilakukan pendakwah pro Prabowo mestinya tak perlu terjadi. Jika memang tidak mengetahui hal-hal mendasar dalam persoalan agama, lebih baik tidak berceramah atau berpendapat hal yang tak dikuasai. Aksi para pendakwah pendukung Prabowo ini alih-alih menguatkan dukungan, justru dari mereka potensi suara Prabowo digerogoti oleh sejumlah aksi gol bunuh diri para pihak yang mendapat label ustadz itu.

Komentar

x