Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:38 WIB

Mantan Kepala BAIS Sebut Jasa Irwandi Soal GAM

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 12 Maret 2019 | 01:21 WIB
Mantan Kepala BAIS Sebut Jasa Irwandi Soal GAM
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto menyebut Irwandi Yusuf punya peran besar dalam meredam konflik di Aceh.

Lewat perjanjian Helsinki 2005, Irwandi yang kala itu menjadi Koordinator Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Irwandi Yusuf sukses mendamaikan Indonesia dengan GAM.

"Saya merasakan betul bagaimana dia (Irwandi) membangun trust (kepercayaan). Karena tanpa trust, tidak mungkin kita jalankan MoU itu," kata Soleman saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/3/2019).

Menurut Soleman, salah satu poin
penting dalam Perjanjian Helsinki saat itu adalah kesepakatan penyerahan senjata GAM dan pengurangan pasukan TNI di Aceh.

Awalnya, menurut Soleman, GAM hanya memiliki sekira 400 pucuk senjata campuran. Namun, Soleman mengaku terkejut saat Irwandi menyebut bahwa GAM memiliki 812 pucuk senjata untuk berperang. Hal tersebut dibeberkan Irwandi saat hadir di Perjanjian Helsinki.

"Kami terbengong karena yang kami tahu 400 senjata, tapi beliau bilang 812. Begitu penyerahan, senjata campuran ada 1.065. Yang full pabrikan 807, memang tidak sampai 812," bebernya.

Kepercayaan yang dibangun Irwandi untuk mencapai proses perdamaian tidak hanya sampai di situ. Irwandi mencoba membangun kepercayaan dengan memeriksa satu per satu senjata yang masih aktif.

Ratusan senjata itu diperiksa sendiri oleh Irwandi di tengah lapangan saat kondisi panas terik. Bahkan, sambung Soleman, saat itu kaca mata Irwandi sampai pecah karena mengokang banyak senjata.

"Dia periksa apakah senjata masih bisa bekerja dengan baik sampai kaca matanya pecah. Betapa kemauan beliau menjanjikan penyerahan senjata itu tercapai," tandasnya.

Dalam kasus ini, Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf didakwa menerima suap Rp 1,050 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Suap tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Provinsi Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Sebelumnya, Ahmadi mengusulkan kontraktor yang akan mengerjakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah.

Adapun, proyek tersebut akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018. Menurut jaksa, DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sebesar Rp 108 miliar. [fad]

Komentar

x