Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:32 WIB

Peran Aspri Menpora Dalam Kasus Dana Hibah KONI

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 12 Maret 2019 | 00:22 WIB
Peran Aspri Menpora Dalam Kasus Dana Hibah KONI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut Asisten Pribadi (Aspri) Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum ikut berperan dalam dana hibah untuk KONI yang diwarnai suap.

Saat sidang pembacaan dakwaan untuk dua pejabat KONI, Johny E Awuy dan Ending Fuad Hamidy, Miftahul Ulum disebut sebagai orang yang mengatur besaran fee yang harus disiapkan petinggi KONI untuk pejabat Kemenpora.

"Bahwa untuk memperlancar proses persetujuan dan pencairan dana bantuan tersebut, telah ada kesepakatan mengenai pemberian komitmen fee dari KONI Pusat kepada pihak Kemepora sesuai arahan Miftahul Ulum kepada terdakwa," kata Jaksa Ronald saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/3/2019).

Awalnya, Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Pengeluaran Pembantu PPON Kemenpora, Supriyono menyepakati pengajuan proposal bantuan dana hibah terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada event Asian Games dan Asian Para Games.

Untuk mempercepat proses pencairan dana hibah, Ending Fuad dan Supriyono membeli mobil Fortuner untuk Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana.

Setelah proposal tersebut disetujui Kemenpora, Mulyana dan PPK pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Adhi Purnomo menyarankan agar Ending Fuad berkoordinasi dengan Miftahul Ulum terkait jumlah komitmen fee yang harus diberikan KONI Pusat kepada pihak Kemenpora untuk mempercepat pencairan dana hibah.

"Setelah terdakwa berkoordinasi dengan Miftahul Ulum, disepakati besar komitmen fee untuk pihak Kemenpora kurang lebih sebesar 15 sampai 19 persen dari total nilai bantuan dana hibah yang diterima oleh KONI Pusat," bebernya.

Tak hanya itu, Miftahul Ulum juga mengatur sirkulasi pembagian fee dari pencairan dana hibah Kemenpora.

"Sesuai arahan Miftahul Ulum, terdakwa memerintahkan Suradi untuk mengetik daftar rincian para penerima dana terkait proposaldukungan KONI Pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018," terangnya.

Dalam perkara ini Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umumnya, Johny E Awuy didakwa telah menyuap pejabat Kemenpora, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Adhi Purnomo serta seorang staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Kedua petinggi KONI tersebut menyuap pejabat Kemenpora dengan tujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI.

Johny dan Ending didakwa menyuap pejabat Kemenpora dengan memberikan satu unit Toyota Fortuner hitam, uang Rp300 juta, kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp100 juta, serta Ponsel merek Samsung Galaxy Note 9. [fad]

Komentar

x