Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 06:42 WIB

48 Desa Terendam Banjir Bengawan Solo di Ponorogo

Kamis, 7 Maret 2019 | 23:05 WIB
48 Desa Terendam Banjir Bengawan Solo di Ponorogo
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Ponorogo - Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro masih berstatus siaga kuning. Sedikitnya 48 Desa di 10 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro terendam. Banjir merendam pekarangan, lahan persawahan, gedung sekolah dan fasilitas umum.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, 10 kecamatan yang terdampak banjir yakni, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Trucuk, Balen, Kanor, Dander, Padangan, Ngraho, Baureno dan Kecamatan Kapas.

Seperti yang terjadi di Desa Mori, Kecamatan Trucuk. Ratusan hektare sawah dan jalan umum terendam. Air luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu mengalir deras melintasi jalan. Sejumlah pengendara motor yang melintas akhirnya kendaraannya mogok.

Debit air Sungai Bengawan Solo yang masih berstatus siaga II diperkirakan akan terus naik hingga level siaga merah (siaga III) banjir. Hal itu disebabkan wilayah hulu sedang terjadi hujan deras. Mulai Ponorogo, Madiun hingga Ngawi sedang terjadi hujan merata sejak Kamis, (7/3/19) siang.

Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Cabang Bojonegoro Nurcholis memprediksi, debit air sungai terpanjang di pulau jawa tersebut masih akan terus naik hingga Jumat dini hari besok. "Hujan merata terjadi di wilayah hulu, jadi TMA di Bojonegoro yang sempat turun akan naik kembali," ujarnya.

Dia menjelaskan, Tinggi Muka Air (TMA) di beberapa papan duga pintu air sungai yang ikut menyuplai debit air ke Sungai Bengawan Solo Bojonegoro terpantau naik, diantaranya papan duga Jurug (Solo) dalam status siaga kuning, Sekayu (Ponorogo) siaga merah dan Dungus (Ngawi) juga dalam posisi siaga merah.

"Kami prediksi Bojonegoro juga akan masuk siaga merah, namun titik tertinggi hanya 15.15 peilschall," ujarnya.

Sementara itu, debit air Sungai Bengawan Solo Bojonegoro hingga Kamis sore masih berada di level siaga II. Trend air cenderung turun, namun di papan duga Karangnongko (perbatasan Bojonegoro Ngawi) tren air mengalami kenaikan. Pukul 16.00 WIB TMA Bojonegoro 14.36 peilschall. Karangnongko 27.44 peilschall tren air naik.

Plt Kepala Pelaksana BPDB Bojonegoro Nadif Ulfia mengimbau, masyarakat yang berada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo Bojonegoro agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab, debit air dalam siaga II banjir, dan diprediksi akan terus naik. [beritajatim]

Komentar

x