Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 14:58 WIB

Pengangguran Digaji, Fadli: Pikirkan Dulu Honorer

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 7 Maret 2019 | 08:01 WIB
Pengangguran Digaji, Fadli: Pikirkan Dulu Honorer
(Foto: twitter)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon ikut mengomentari soal rencana Presiden Joko Widodo mengeluarkan kartu kerja yang bermaksud untuk membantu atau menggaji orang yang belum berkerja. Ia meminta masih ada hal yang lebih penting yang harus dipikirkan Jokowi.

"Pikirkanlah dulu para honorer yang jelas sudah mengabdi," katanya lewat cuitan di akun twitter resminya @fadlizon.

Ia menyindi r pemerintah yang disebutnya hanya mengumbar janji. Ia berharap semua janji yang diutarakan pemerintah dapat direalisasikan.

"Janji seribu janji, memang lidah tak bertulang," tulisnya.

Fadli menulis kicauannya itu untuk membalas kicauan akun twitter Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Muhammad Said Didu. Said menulis bahwa rencana pemerintah menggaji pengangguran itu sudah direspon Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyebut hal itu belum bisa diterapkan di Indonesia.

"Jusuf Kalla bilang pengangguran digaji sebaiknya dikaji lagi - ANTARA News Pak @Pak_JK selalu rasional dan negarawan," tulis akun @saididu saat mengunggah pernyataan JK pada salah satu portal media online.

Dimana Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan, kebijakan memberikan tunjangan untuk pengangguran cocok diberikan untuk negara maju dengan jumlah penduduk sedikit; sementara untuk diterapkan di Indonesia, kebijakan itu perlu dikaji lagi.

"Ada banyak negara seperti itu, di Amerika, Kanada, Australia, ada tunjangan buat yang menganggur. Tapi itu biasanya terjadi kalau negara itu maju, penduduknya tidak banyak," kata Kalla, kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, untuk memberikan tunjangan kepada pengangguran memerlukan dana tidak sedikit, sehingga Pemerintah harus menghitung lagi anggaran yang dimiliki supaya tidak membebani APBN.

"Kalau negara seperti Indonesia, (dengan) anggaran tidak terlalu besar dan penduduk banyak, tentu harus dihitung. Itu butuh anggaran yang besar, dan kalau sudah ada anggarannya baru kita bisa bicara. Kalau belum ada anggarannya, tentu belum bisa dilaksanakan," katanya.

Diketahui, Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) memiliki program yang unik untuk membantu masyarakat yang masih menganggur. Lewat Kartu Pra-Kerja, Jokowi merancang program yang fokus untuk melatih keterampilan individu dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Diharapkan programm ini akan mendorong penciptaan sumber daya manusia (SDM) premium yang mampu bersaing dengan dalam dan luar negeri.

" Saya tingkatkan keterampilan untuk pencari kerja dan Korban PHK. Untuk itu saya luncurkan kartu pra kerja," katanya. [hpy]



Komentar

x