Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 01:26 WIB

Kemendikbud Kirim 1200 Guru Belajar ke Luar Negeri

Minggu, 3 Maret 2019 | 19:51 WIB
Kemendikbud Kirim 1200 Guru Belajar ke Luar Negeri
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengirimkan 1.200 guru ke luar negeri untuk belajar dan mengikuti pelatihan selama tiga minggu.

"Mereka ini akan dikirim ke sejumlah negara untuk meningkatkan kompetensinya. Durasinya paling sedikit tiga minggu di luar negeri," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam keterangannya, di Jakarta.

Mendikbud mengatakan, pendanaan untuk kegiatan guru-guru tersebut berasal dari dana Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP) dan Kemendikbud. Di luar negeri, para guru akan belajar mengenai pedagogik di sejumlah negara.

Sementara itu, negara yang menjadi tujuan para guru adalah Finlandia, Korea, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, China, Rumania, dan Hong Kong.

"Kami kirim guru-guru ini ke luar negeri, agar wawasannya lebih terbuka," ujar Muhadjir.

Lebih lanjut Mendikbud mengatakan, para guru yang terpilih ke luar negeri merupakan guru-guru berprestasi. Pihak Kemendikbud juga melihat rekam jejak para guru. Muhadjir menyebutkan, Kemendikbud berencana mengirim guru ke luar negeri hingga tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, MQ Wisnu Aji mengatakan, Kemendikbud memberi apresiasi kepada guru untuk melakukan pelatihan di luar negeri.

Menurut dia, kebijakan itu sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas SDM, yakni membuka wawasan dan pengetahuan global kepada guru.

"Misalnya terkait skill, pembelajaran abad 21, juga masalah ilmu pendidikan, lokakarya/workshop, observasi sekolah dan kelas, kunjungan industri (bagi guru kejuruan) dan praktik kerja industri," tutur Wisnu.

Wisnu juga menjelaskan tentang proses seleksi guru sebelum dikirim ke luar negeri. "Seleksi lebih kepada guru yang berprestasi. Nah kita menyeleksi sudah berjalan tiga bulan, dan kita lebih muda memilih yang sudah ada," tuturnya.

Menurut dia, pelatihan di luar negeri dapat membantu pendidik dan tenaga kependidikan dalam membimbing peserta didik untuk berkembang dalam mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat berubah di Abad ke-21, dan menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Bahkan dalam bidang kejuruan, lanjut Wisnu, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

"Hal itu sejalan dengan pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia, permintaan tenaga terampil lulusan SMK semakin meningkat," tuturnya.

Salah satu yang akan berangkat adalah seorang guru SMP Naskat Maria Mediatrix Ambon, Jufianne. Ia merasa senang bisa berangkat ke luar negeri. Ia dan rekannya yakni Syahruni Ningsih (guru SMPN 1 Malunda, Majene) akan berangkat ke China.

"Selama tiga minggu kami akan belajar mengenai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS dan juga pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika," kata Jufianne.

Syahruni Ningsih menjelaskan seleksi dilakukan berdasarkan seleksi dari guru berprestasi. Dari 34 guru maka hanya 18 guru yang diterima. "Kami berharap dengan kegiatan ini, kompetensi kami bertambah dan bisa membagikannya ke rekan-rekan kerja dan juga para murid," ujar Syahruni.

Komentar

x