Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:11 WIB

BPN: Ungkapan Kesal Buya Syafii ke Neno Tak Perlu

Oleh : Ray Muhammad | Minggu, 3 Maret 2019 | 04:00 WIB
BPN: Ungkapan Kesal Buya Syafii ke Neno Tak Perlu
Wakil Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyayangkan ungkapan kekesalan Buya Syafii Maarif yang menyebut Neno Warisman biadab atas puisi yang dibacakan saat Munajat 212 berlangsung pekan lalu.

Wakil Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengatakan, seharusnya masalah puisi yang dibacakan Neno yang dituding menyamakan pilpres dengan Perang Badar tak perlu digoreng terus-menerus.

"Seharusnya pernyataan yang reaksioner seperti ini tidak perlu," kata Ferry kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (3/3/2019).

Ia menduga ada pihak-pihak yang sengaja ingin terus menjadikan isu puisi Neno sebagai bahan kampanye kubu Joko Widodo-Maruf Amin agar tidak terus mengalami penurunan elektabilitas.

"Kalau memang begitu, berarti menyadari realita elektabilitasnya semakin menurun. Memang sudah tanda-tanda kekalahan kali," pungkasnya.

Diberitakan Buya Syafii menyebut puisi doa yang dipanjatkan Neno Warisman dengan membawa nama tuhan ke ranah Pemilu tak tepat.

"Ini dia membuat (membawa nama) Tuhan dalam Pemilu, itukan biadab, dan dia nggak ngerti agama. Neno itu nggak paham agama," kata Buya Syafii.

Adapun makna kata biadab yang dialamatkan kepada Neno, kata Buya Syafii, berasal dari bahasa Persia yang memiliki arti tak etis atau tidak memiliki tata krama.

"Biadab itu bahasa Persia. "Bi" artinya tidak, "adab itu tata krama," ucap mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Komentar

x