Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 21:10 WIB

Perludem Sebut Isu E-KTP WN Tiongkok Bikin Gaduh

Oleh : M Yusuf Agam | Sabtu, 2 Maret 2019 | 22:04 WIB
Perludem Sebut Isu E-KTP WN Tiongkok Bikin Gaduh
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menegaskan, isu e-KTP Warga Negara Asing (WNA) harus segera diluruskan secara detail dan transparan.

Hal ini, katanya, perlu dilakukan agar masyakarat tak mengendurkan kepercayaan pada gelaran pemilu yang berlangsung tahun ini.

"Kalau isu tidak segera diluruskan maka ini bisa mempengaruhi persepsi dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu 2019," ujar Titi di Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

Titi mengatakan, isu ini telah membuat kegaduhan di tengah masyakarat. Terlepas dari masyakarat yang tak mengetahui aturan UU soal penerbitan e-KTP untuk WNA atau kurangnya sosialisasi dari pemerintah.

Untuk itu, dirinya mengharapkan peran serta masyarakat dalam Pemilu 2019 nanti. Masyakarat diminta untuk melihat lagi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap TPS untuk memastikan para pemilihnya adalah WNI yang telah berhak mendapat hak pilih.

"Karena konsep TPS itu berbasis rukun warga, lingkungan sekitar. Mestinya tidak sulit untuk mencermati bersama-sama," katanya.

Sebagaimana diberitakan, kabar kepemilikan KTP elektronik (e-KTP) oleh warga negara Tiongkok menggegerkan publik dan menjadi perbincangan di dunia maya sepanjang hari ini, Selasa (26/2/2019).

Di medsos, salah satu e-KTP milik WN Tiongkok yang viral di medsos adalah yang diketahui dimiliki oleh seorang pria bernama Guohui Chen. Dalam identitas kependudukan tersebut, tertulis bahwa Guohui lahir di Fujian pada tanggal 25 Maret 1977.

Guohui tercatat tinggal di Cianjur dengan status menikah. Pada foto yang sama, diketahui tertulis e-KTP yang dimiliki oleh pria asal Tiongkok yang beragama Kristiani ini tercatat berlaku hingga Maret 2023.

Kemendagri sendiri telah menegaskan bahwa ada 1.600 Warga Negara Asing (WNA) yang telah memiliki e-KTP. Meski begitu, WNA ini tak memiliki hak pilih di Pemilu 2019.

Komentar

x