Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 01:28 WIB

Kemendagri: WNA Pemilik e-KTP Tak Bisa Nyoblos

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 2 Maret 2019 | 12:48 WIB
Kemendagri: WNA Pemilik e-KTP Tak Bisa Nyoblos
Sekretaris Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) I Gede Suratha - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) I Gede Suratha menegaskan warga negara asing (WNA) yang memiliki e-KTP tidak akan mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Walaupun orang asing punya KTP elektronik. KTP orang asing ini tidak bisa memberi suara di 17 Apri 2019. Karena dia bukan warga negara," kata Gede dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

Isu yang kini ramai dipublik terkait kepemilikan E-KTP WNA. Gede mengatakan Kemendagri telah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu) untuk mendata warga negara asing.

"Kami sudah komunikasi dengan KPU dengan Bawaslu. Kami meminta DPT kepada KPU, dan sebaran data itu," ucap Gede.

Menurut Gede, kepemilikan E-KTP untuk WNA sudah diatur oleh UU. Proses WNA untuk menjadi warga Indonesia dan memiliki E-KTP sangat rumit dan cukup ketat.

"Prosesnya hampir sama dengan WNI, syarat lainnya pemegang kitap, pasport. Salah satu tidak ada maka tidak boleh," tutup Gede.

Sebagaimana diberitakan, kabar kepemilikan KTP elektronik (e-KTP) oleh warga negara Tiongkok menggegerkan publik dan menjadi perbincangan di dunia maya sepanjang hari ini, Selasa (26/2/2019).

Di medsos, salah satu e-KTP milik WN Tiongkok yang viral di medsos adalah yang diketahui dimiliki oleh seorang pria bernama Guohui Chen. Dalam identitas kependudukan tersebut, tertulis bahwa Guohui lahir di Fujian pada tanggal 25 Maret 1977.

Guohui tercatat tinggal di Cianjur dengan status menikah. Pada foto yang sama, diketahui tertulis e-KTP yang dimiliki oleh pria asal Tiongkok yang beragama Kristiani ini tercatat berlaku hingga Maret 2023. [rok]

Komentar

x