Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:19 WIB

Tenggat Waktu Habis

Penyidikan Perkara Ketum PA 212 Tetap Dilanjutkan

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Senin, 25 Februari 2019 | 22:29 WIB
Penyidikan Perkara Ketum PA 212 Tetap Dilanjutkan
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidikan kasus dugaan pelanggaran kampanye dengan tersangka, Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif telah melebihi tenggat waktu. Meski begitu, proses penyidikannya masih tetap dilanjutkan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan meski penyidik belum sempat memeriksa Slamet Ma'arif, bukan berarti perkara ini berhenti. Polisi seharusnya mempunyai waktu 14 hari setelah Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka.

"Karena dua pemeriksaan sebelumnya, pihak pengacaranya mengajukan untuk penundaan pemeriksaan, artinya kalau 14 hari itu, tidak secara teknis setelah laporan polisi diterima ya. Kemudian saat proses penyidikannya ada penundaan-penundaan 2 kali apakah itu dihitung, itu ranahnya Bawaslu yang akan memberikan asesment," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (25/2/2019).

Dedi melanjutkan Ma'arif tetap akan dipanggil untuk ketiganya. Jika mangkir, maka polisi akan menjemput secara paksa.

"Jadi tetap, secara teknis Polresta Surakarta yang akan melakukan pemanggilan lagi, kalau dia tidak dateng pasti akan dijemput paksa," jelasnya.

Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu. Ma'arif akan diperiksa untuk pertama kali sebagai tersangka pada Senin (18/2) pekan depan di Polda Jateng.

Kasus itu bermula dari kehadiran Ketum PA 212 dalam sebuah acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari lalu. Ceramahnya dalam acara itu dianggap bermuatan kampanye sehingga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Amin Kota Solo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Bawaslu Kota Solo menemukan unsur kampanye dalam ceramah yang dilakukan oleh Slamet. Bawaslu lantas membawa kasus itu ke ranah pidana pemilu sehingga ditangani oleh Polres Surakarta. [adc]

Komentar

x