Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 23:36 WIB

Hidayat Coba Suap Madura FC Agar Kalah

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 25 Februari 2019 | 12:59 WIB
Hidayat Coba Suap Madura FC Agar Kalah
Eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah mengatur pertandingan antara PSS Sleman vs Madura FC. Hidayat mencoba menyuap Manajer Madura FC Yanuar Hermanto agar mengalah melawan PSS Sleman.

"Peran H cukup masif didalam pertandingan tersebut dan menentukan perangkat pertandingan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Dedi mengatakan Hidayat kala itu diduga mempunyai kepentingan saat menjabat sebagai anggota Exco PSSI. Hidayat mencoba menyuap Yanuar Hermanto, Manajer Madura FC senilai Rp 100 juta sampai Rp 150 juta agar Madura FC mengalah melawan PSSI Sleman di babak 8 besar Liga 2 Indonesia.

"Dalam mengatur pertndingan ini sodara H ini minta agar PSS Sleman selalu dimenangkan baik di kandang maupun tandang. Kemudian untuk saudara H menawarkan sejumlah uang kepada sodara Yanuar mulai dari Rp 100 juta," ucapnya.

Hidayat disebut juga mengancam Yanuar jika tak menuruti keinginannya. Hidayat mengancam akan 'membeli' pemain Madura FC jika Yanuar tak menuruti keinginannya.

"Kalau tidak menuruti maka sodara H sedikit mengancam maka sudah menyiapkan dana Rp 150 juta dan bahkan akan membeli pemain agar PSS Sleman menang lawan Madura FC," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Media Satuan Tugas AntiMafia Sepakbola Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menetapkan eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat sebagai tersangka dugaan penyuapan.

"Telah menetapakan saksi H jadi tesangka dalam dugaan tindak pidana penyuapan PSS Sleman melawan Madura FC," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/2/2019).

Penetapan tersangka ini melalui prosedur yang ada. Sudah ada dua alat bukti.

"Berdasar dua alat bukti. Keterangan pelapor, saksi, bukti petunjuk, surat, dan sebagainya," ujarnya. [rok]

Komentar

x