Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:13 WIB

Sandiaga Batalkan Kampanye di Tabanan Bali

Minggu, 24 Februari 2019 | 20:37 WIB
Sandiaga Batalkan Kampanye di Tabanan Bali
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAH.COM, Bali - Cawapres Sandiaga Uno batal melakukan kampanye di Desa Senganan, Panebel, Tabanan, Bali. Hal itu terjadi karena Sandiaga mendapat penolakan dari warga setempat yang merupakan kandang PDI Perjuangan (PDIP).

"Jadi ada surat disampaikan kepada beberapa anggota dari tim pemenangan, setelah kami kaji untuk meminimalisasi tensi, akan ada baik itu konflik atau friksi, lebih baik saya putuskan saya hadir di tempat-tempat yang memang tidak memiliki potensi tersebut," kata Sandiaga di Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019).

Penolakan Sandiaga di kandang Banteng itu diketahui melalui surat pernyataan warga Desa Pakraman Pagi. Warga menyatakan sudah sepakat menolak kedatangan Sandiaga dalam kapasitas apapun. Alasannya, mereka ingin situasi desa tetap kondusif.

"Kami warga masyarakat Pagi tidak menginginkan situasi yang tidak kondusif, karena kami sudah sepakat untuk mendukung kandidat/caleg maupun capres dari PDIP, demi kelancaran Pembangunan Desa Pakraman Pagi (Pembangunan Balai Serbaguna)," demikian surat yang disampaikan warga.

Surat itu tertanggal 18 Februari 2019 dan diteken Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan, Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera, dan Kelian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya. Surat tersebut juga ditembuskan ke Perbekel Senganan, Kapolsek Panebel, dan Arsip.

Sementara itu Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera membenarkan isi surat tersebut.

"Kami tidak siap mendatangkan Pak Sandi, karena kami kalau membicarakan ranah politik kami juga ada yang membantu kebetulan kami dibantu dari kandidat PDI. Maka dari itu kami juga untuk mengamankan suasana dan melancarkan suatu pembangunan yang sudah kami rencanakan, maka dari itu dalam tahapan ini kami tidak menerima kedatangan Sandiaga Uno," kata Yastera kepada wartawan.

Komentar

Embed Widget
x