Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 21:11 WIB

Kegiatan 212 Jangan Melulu Dianggap Politis

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 23 Februari 2019 | 08:01 WIB
Kegiatan 212 Jangan Melulu Dianggap Politis
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono mengatakan masyarakat sebaiknya tidak terpengaruh isu negatif tentang Munajat 212. Ia juga berharap oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk tidak terus menganggap kegiatan dengan tagline 212 sebagai agenda politk.

"Jangan karena mengunakan Tagline 212 dianggap kegiatan politik," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (22/2/2019).

Ia menjelaskan tegline 212 saat ini sudah menjadi penanda kebersamaan umat muslim. Simbol 212 dinilai jadi pemersatu umat muslim di Indonesia untuk menjaga agama dan bangsa.

"Tagline 212 saat ini merupakan tagline sebuah kebersamaan umat Islam yang bisa menyatukan umat Islam di Indonesia dalam menjaga silaturahami Bangsa," paparnya.

Sebagaimana diberitakan, politikus PKS Hidayat Nur Wahid tidak menampik jika kegiatan keagamaan Munajat 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) disebut-sebut bernuansa politis. Menurutnya, karena sekarang tahun politik wajar jika kegiatan apapun akan dikaitkan dengan politik.

"Memang ini tahun politik ya, apa saja bisa dipolitisasi gitu," tandasnya.

Diketahui, Munajat 212 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Lembaga Dakwah Front. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon doa bersama jelang Pemilu 2019 agar berjalan aman dan damai. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x