Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:31 WIB

Polri Negosiasi Bebaskan WNI Disandera Abu Sayyaf

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 22 Februari 2019 | 13:22 WIB
Polri Negosiasi Bebaskan WNI Disandera Abu Sayyaf
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan upaya pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang diculik kelompok teroris Abu Sayyaf dilakukan dengan negosiasi. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menjadi yang terdepan dalam upaya pembebasan ini.

"Sebenarnya ini yang bisa menjelaskan Humas Kemenlu. Dia sebagai leading sector. Dari Kemenlu, KBRI, bekerja sama dengan pemerintah Filipina melakukan negosiasi ke kelompok tersebut," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Dedi menjelaskan, dalam menangani penculikan WNI oleh kelompok radikal di luar negeri, Kemlu biasanya berkoordinasi lintas instansi, seperti TNI-Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Dari Kemenlu akan mengundang TNI, Polri, BIN dalam rangka mengedepankan langkah-langkah diplomasi secara humanis, persuasif, menyelamatkan WNI dari sekapan Abu Sayyaf," ujar Dedi.

Hingga saat ini Hariadin dan Heri masih dalam penyanderaan. Mereka adalah warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp 10 miliar. Gubernur Sultra Ali Mazi mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut. Ali mendapat kabar melalui video yang beredar di sosial media dengan durasi 30 detik. Kedua korban diduga telah disandera sejak Desember 2018. [rok]

Komentar

x