Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 00:58 WIB

Tudingan Munajat 212 Politis Hanya Apriori?

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 22 Februari 2019 | 08:01 WIB
Tudingan Munajat 212 Politis Hanya Apriori?
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Gerindra M Nizar Zahro menyayangkan tudingan acara Munajat 212 beraroma politis. Menurutnya ada baiknya tidak berapriori terkait acara keagamaan itu.

"Tidak boleh terlalu apriori dan menuduh acara tersebut berbau politik. Acara itu dilakukan di ruang terbuka, bisa dilihat siapa pun, maka siapa saja bisa mengawasinya," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, orang yang mendukung adanya pertemua sejumlah umat untuk bersilaturahmi dan berdoa untuk bangsa jelas niatnya ingin Indonesia tetap selamat dan damai. Sebaliknya yang melayangkan tudingan miring bisa saja sebaliknya.

"Siapa yang mendukung acara tersebut maka termasuk yang menginginkan keselamatan dan kedamaian Indonesia. Tetapi siapa yang menuduh acara tersebut dengan tuduhan miring, maka yang bersangkutan bisa jadi menginginkan Indonesia kacau terus," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, politikus PKS Hidayat Nur Wahid tidak menampik jika kegiatan keagamaan Munajat 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) disebut-sebut bernuansa politis. Menurutnya, karena sekarang tahun politik wajar jika kegiatan apapun akan dikaitkan dengan politik.

"Memang ini tahun politik ya, apa saja bisa dipolitisasi gitu," tandasnya.

Diketahui, Munajat 212 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Lembaga Dakwah Front. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon doa bersama jelang Pemilu 2019 agar berjalan aman dan damai. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x