Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:45 WIB

Munajat 212 Politis? Gerindra: Urusan Bawaslu

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 22 Februari 2019 | 07:02 WIB
Munajat 212 Politis? Gerindra: Urusan Bawaslu
Politikus Gerindra M Nizar Zahro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Gerindra M Nizar Zahro mengaku tak ingin berkomentar terkait tudingan adanya agenda politik yang berlangsung dalam acara Munajat 212. Menurutnya persoalan itu adalah urusan Badan Pengawas Pemilu (Basawlu).

"Soal ada tidaknya unsur politik, mari serahkan kepada Bawaslu. Saya yakin Bawaslu akan memantau acara tersebut," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (21/2/2019).

Ia pun mengharapkan semua pihak menghormati acara tersebut. Munajat 212 disebutnya adalah murni acara keagamaan. Ia berharap rakyat menyambut gembira acara semacam itu.

"Munajat 212 itu murni acara keagamaan. Ritual meminta kepada Allah untuk keselamatan Indonesia. Mestinya rakyat Indonesia menyambut gembira acara tsb dan bahkan bila memungkinakan ramai2 menghadirinya. Semakin banyak yg berdoa maka akan semakin baik," tandsanya.

Sebagaimana diberitakan, politikus PKS Hidayat Nur Wahid tidak menampik jika kegiatan keagamaan Munajat 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) disebut-sebut bernuansa politis. Menurutnya, karena sekarang tahun politik wajar jika kegiatan apapun akan dikaitkan dengan politik.

"Memang ini tahun politik ya, apa saja bisa dipolitisasi gitu," tandasnya.

Diketahui, Munajat 212 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Lembaga Dakwah Front. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon doa bersama jelang Pemilu 2019 agar berjalan aman dan damai. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x