Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 08:08 WIB

Pemegang Saham Blackgold Pasrah Hukuman Diperberat

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 19 Februari 2019 | 16:40 WIB
Pemegang Saham Blackgold Pasrah Hukuman Diperberat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo pasrah hukumannya diperberat ditingkat banding.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2019 memperberat hukuman 4,5 tahun dan pidana denda sejumlah Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Pasrah, serahkan sama Allah, serahkan sama yang diatas," kata Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Putusan itu lebih berat daripada vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada tangal 13 Desember 2018 yang menjatuhkan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan bagi Kotjo.

"Ya, mau diapain lagi. Walaupun aku di dzolimi, saya sudah maafkan," tambah Kotjo.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim PT DKI Jakarta menilai bahwa perbuatan Kotjo memberikan suap kepada Eni Maulani Saragih selaku anggota DPR Komisi VII yang membidangi energi telah mencederai rasa keadilan masyarakat yang juga telah mengakibatkan terhentinya proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-I sebagai bagian dari Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN dengan konsorsium PT China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd, PT BNR dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJBI).

Apalagi, menurut hakim, tindak pidana yang dilakukan Kotjo dilakukan secara sistematik, yaitu mulai dari perencanaan, penganggaran, sampai pelaksanaan dengan melibatkan orang-orang yang punya posisi penting.

Dalam perkara ini, Johannes Budisutrisno Kotjo dinilai terbukti menyuap anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih sebesar Rp4,75 miliar.

Tujuan adalah agar Eni membantu untuk memperlancar pengadaan proyek IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 megawatt di Peranap, Indragiri Hulu, Riau.

Komentar

x