Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 13:01 WIB

Kasus PLTU Riau, Eni Saragih Akui Hanya Ditugaskan

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 19 Februari 2019 | 15:43 WIB
Kasus PLTU Riau, Eni Saragih Akui Hanya Ditugaskan
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih menolak disebut pelaku utama dalam kasus suap Proyek PLTU Riau-1.

Hal itu dikatakan Eni dalam nota pembelaan atau pleidoi pribadi yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/2/2019).

"Keteribatan saya dalam proyek PLTU Riau 1 bukanlah sebagai pelaku utama. Tetapi, semata karena saya petugas partai yang mendapat penugasan dari pimpinan partai," kata Eni saat membacakan pleidoi di hadapan majelis hakim.

Adapun, pimpinan partai yang dimaksud Eni adalah Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Menurut Eni, saat itu Novanto masih menjabat sebagai Ketua DPR RI. Eni diminta untuk membantu pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo dalam mendapatkan proyek PLTU Riau 1.

Eni Maulani yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar tersebut dinilai terbukti menerima suap Rp4,750 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Uang tersebut diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Selain itu, Eni juga dinilai terbukti menerima gratifikasi Rp5,6 miliar dan SGD 40.000 dollar. Sebagian besar uang tersebut diberikan oleh pengusaha di bidang minyak dan gas.

Eni dituntut 8 tahun penjara dan membayar denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Eni juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp10,3 miliar dan SGD 40.000 dollar.

Komentar

x