Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 01:23 WIB

Kasus Suap PLTU Riau

Eni Saragih Tobat Dituntut 8 Tahun Penjara

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 19 Februari 2019 | 13:45 WIB
Eni Saragih Tobat Dituntut 8 Tahun Penjara
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih menyinggung anaknya saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pledoi itu dibacakan Eni terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1.

"Saya terkaget oleh tuntutan 8 tahun yang dibacakan jaksa penuntut umum pada 6 Februari 2019, melihat Anak saya menangis di ruangan sidang ini, itu yang saya rasa paling menyedihkan hati saya pada saat itu," ujar Eni dihadapan Majelis Hakim.

Eni mengaku menyesal telah terlibat dalam kasus suap PLTU Riau-1 yang akhirnya membuat dirinya terpisah dari keluarga.

"Saya menyesal apa yang terjadi pada diri saya, saya bertobat," ujar Eni di hadapan majelis dengan terbata-bata.

Eni pun mengaku bahwa ia menerima konsekuensi atas perbuatannya. "Tapi saya mohon keadilan hukuman yang saya jalani kepada majelis hakim yang mulia membaca tuntutan yang menolak justice collaborator saya untuk diri saya," tuturnya.

Sebelumnya, Eni Saragih selaku terdakwa dalam kasus PLTU Riau1 dituntut dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Lantaran, diyakini jaksa KPK bersalah menerima uang suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Komentar

x