Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 00:03 WIB

Polisi Panggil Ulang Slamet Ma'arif Pekan Depan

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 18 Februari 2019 | 17:06 WIB
Polisi Panggil Ulang Slamet Ma'arif Pekan Depan
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif tak memenuhi panggilan Polres Surakarta yang akan diperiksa di Polda Jateng dalam pemeriksaan pelanggaran dugaan kampanye. Ma'arif mengkonfirmasi untuk dijadwalkan pemanggilan ulang di hari lain.

"Untuk PA 212 atas nama SM melalui pengacaranya minta diundur lagi untuk pemeriksaannya karena mungkin masih ada alasan kegiatan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Dedi mengatakan penyidik Polres Surakarta akan mengkonfirmasi ulang kepada pihak Slamet Ma'arif kapan bersedia untuk hadir memenuhi panggilan.

"Nanti kita konfirmasi lagi kapan kesediaan saudara SM untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Jateng," ucapnya.

Dedi menambahkan jika Ma'arif mangkir lagi dalam pemanggilan selanjutnya, maka polisi akan melakukan panggilan paksa karena Ma'arif sudah mangkir dalam 2 pemanggilan.

"Ya kita kasih kesempatan tiga kali. Kalau tiga kali tidak hadir penyidik mempunyai kewenangan untuk lakukan penjemputan kepada tersangka untuk dimintai keterangan," jelasnya.

Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu. Ma'arif akan diperiksa untuk pertama kali sebagai tersangka pada Senin (18/2) pekan depan di Polda Jateng.

Kasus itu bermula dari kehadiran Ketum PA 212 dalam sebuah acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari lalu. Ceramahnya dalam acara itu dianggap bermuatan kampanye sehingga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Amin Kota Solo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Bawaslu Kota Solo menemukan unsur kampanye dalam ceramah yang dilakukan oleh Slamet. Bawaslu lantas membawa kasus itu ke ranah pidana pemilu sehingga ditangani oleh Polres Surakarta.

Komentar

x