Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:51 WIB

Jokdri Bisa Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor?

Oleh : Ivan Setyadhi | Minggu, 17 Februari 2019 | 10:38 WIB
Jokdri Bisa Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor?
Karo Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Plt Ketum PSSI Joko Driyono resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengrusakan dokumen penting. Jokdri, sapaanya, diduga menjadi aktor yang memerintahkan orang untuk merusak dokumen.

Mungkihkah Jokdri juga jadi tersangka kasus dugaan pengaturan skor?

Karo Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi tak mau membeberkan secara rinci. Namun salah satu dokumen yang diduga dirusak, terkait dengan laporan Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani soal dugaan pengaturan skor.

"Kalau itu nanti tunggu hari Senin. Arah ke situ nanti akan dikuatkan dengan bukti-bukti petunjuk yang dimiliki oleh satgas. Sekarang masih tersangka yang alat buktinya kuat dan cukup itu yang pengrusakan, penghilangan dan pencurian barang bukti," katanya.

Senin besok, polisi bakal memanggil Jokdri untuk diperiksa sebagai tersangka.

Sebelumnya, Polri menyebut Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor. Sebelum Joko Driyono, ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka perusakan bukti kasus pengaturan skor.

"Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktornya intelektualnya saudara Jokdri," tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Ketiga tersangka perusakan bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur, memasuki kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.

Ketiga tersangka dalam pemeriksaan Satgas Antimafia Bola mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel dan laptop karena disuruh seseorang, yang identitasnya belum dapat diungkap ke publik oleh polisi.

Komentar

Embed Widget
x