Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 07:14 WIB

Waspada! Isu SARA Berpotensi Ganggu Proses Pemilu

Minggu, 17 Februari 2019 | 02:05 WIB
Waspada! Isu SARA Berpotensi Ganggu Proses Pemilu
Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo

INILAH.COM, Jakarta - Isu intoleran masih mewarnai ajang Pilpres 2019 yang tinggal menghitung hari. Berita bohong atau hoax, masih kental digunakan untuk mempengaruhi pemilih jelang Pemilu.

"Gerakan-gerakan intoleran, gerakan radikalisme, paham khilafah islamiah juga ikut menumpang dalam proses pemilu. Kemudian, kita sering kali melihat masih ada bendera HTI berkibar di dalam proses pemilu 2019 ini. Itu mengkhawatirkan, jangan sampai hal itu mengganggu proses pemilu," kata Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo dalam diskusi Pemilu Damai Tanpa Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme di Lentera Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Menurut Karyono, masyarakat harus dewasa dalam menghadapi pemilu yang tak hanya beragendakan pemilihan presiden, tetapi juga anggota legislatif.

"Harapan kami masyarakat dapat menyikapi pemilu ini dengan damai, aman, penuh kegembiraan. Tanpa ada gerakan yang bisa mengganggu pemilu dan menimbulkan keretakan sosial," kata Karyono.

Ketua Progres 98 Faisal Assegaf dalam kesempatan itu juga menyampaikan, KPU sebagai penyelenggara pemilu, dan Polri sebagai aparat keamanan perlu mengajak para peserta pemilu menyepakati terselenggaranya pemilu super damai. Faisal mengaku mendapatkan informasi adanya kelompok yang sengaja menebarkan hoax karena dianggap sebagai cara untuk menaikkan suara dalam Pemilu.

"Menurut saya sangat penting mendesak KPU dan Polri menarik peserta pemilu dalam pakta integritas pemilu damai. Kalau ini di posisi pemilu 2019 bukan sekedar pemilu damai, tapi super damai," demikian Faisal.

Komentar

x