Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 16:16 WIB

Polri Kirim DNA Ayah Ai ke Malaysia

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 14 Februari 2019 | 17:43 WIB

Berita Terkait

Polri Kirim DNA Ayah Ai ke Malaysia
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengirimkan DNA ayah dari Ai Munawaroh, teman wanita bos Tekstil asal Bandung, Ujang Nuryanto (37) ke kepolisian Diraja Malaysia (PDRM). Keduanya diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia.

"Khusus Ai Munawaroh nanti akan melalui proses pembuktian DNA. Kita sudah mengirim sampel DNA ayah biologis saudari Ai Munawaroh untuk dilakukan proses pembuktian dengan DNA," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Dedi mengatakan Polri juga telah mengantongi bukti-bukti lainnya seperti transaksi keuangan Nuryanto dan bukti-bukti percayakan Nuryanto sebelum berangkat ke Malaysia.

"Untuk percakapan kita sudah dapat bukti percakapan, nanti kita kirim ke PDRM. Bukti keuangan berupa transaksi bank BCA atas nama saudara Nuryanto kita juga sudah dapat, dari Hubinter akan berkoordinasi dengan Ses-NCB di Malaysia dan PDRM," jelas Dedi.

Lebih lanjut, seluruh proses penyelidikan dan proses identifikasi Nuryanto diserahkan sepenuhnya oleh PDRM. Sejauh ini, baru Nuryanto yang telah dipastikan menjadi korban mutilasi.

Bos tekstil itu diduga menjadi korban mutilasi bersama teman wanitanya. Keduanya hilang kontak dengan keluarga pada pertengah bulan Januari lalu. Nuryanto direncanakan pulang ke Indonesia pada 23 Januari lalu, namun hingga kini tak ada kabar.

Nuryanto ke Malaysia berencana untuk menagih utang ke rekan bisnisnya berinisial MJ senilai Rp7 miliar. Uang itu merupakan hasil penjualan tekstil kerjasama dengan rekan bisnisnya.

Sementara kepolisian Malaysia menemukan dua mayat diduga korban mutilasi pada 26 Januari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Sementara PDRM Malaysia mengamankan dua warga negara Pakistan diduga kuat menjadi pelaku yang memutilasi dua WNI tersebut. [ton]

Komentar

x