Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Februari 2019 | 17:30 WIB

Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

Polisi Batal Periksa Sekda Papua

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 14 Februari 2019 | 17:11 WIB

Berita Terkait

Polisi Batal Periksa Sekda Papua
Sekda Papua Hery Dosinaen - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan Sekda Papua tidak bisa memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Kamis (14/2/2019).

Sekda Papua rencananya akan diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan penganiyaan pegawai KPK.

"Tidak datang. Yang bersangkugan sudah mengabari penyidik," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (14/2/2019).

Ia menyatakan pihak Sekda Pemprov Papua sudah mengirim surat kepada penyidik dan meminta agar pemeriksaan dilakukan di Papua.

"Yang bersangkutan minta untuk dperiksa di Papua," ujarnya

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya mengagendakan untuk meminta keterangan dari Sekretaris Daerah Pemprov Papua, Kamis (14/2/2019).

"Iya betul. Hari ini penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan Sekda Papua. Surat sudah dikirim," katanya di Mapolda Metro Jaya.

Diketahui, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memanggil Gilang dan pegawai KPK lain bernama Indra Mantong Batti pada Rabu, 6 Februari 2019 lalu terkait kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan sekelompok orang dari rombongan Pemprov dan DPRD Papua. Namun, pemeriksaan ditunda.

Gilang adalah orang yang diduga dipukul saat sedang mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019 malam. Saat itu, sejumlah orang dari Pemprov Papua datang menghampiri Gilang karena tidak terima difoto.

Mereka sempat menanyakan identitas Gilang. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun mereka tetap 'menghujani' bogem mentah.

Hal ini membuat wajah Gilang mengalami luka memar dan sobek. Korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, Minggu, 3 Februari 2019.

Pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab, di dalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak Pemprov, terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

"Isi pesan WhatsApp terlapor sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan," kata Argo.

Atas dasar itu, pihak Pemprov Papua melalui Alexander Kapisa melaporkan kejadian ini, atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin, 4 Februari 2019. Dia melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/716/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Pasal yang dijerat yakni Tindak Pidana di bidang ITE dan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) dan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE. [ton]

Komentar

x