Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 20:41 WIB

Hari Ini, Polisi Minta Keterangan Sekda Papua

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 14 Februari 2019 | 15:44 WIB
Hari Ini, Polisi Minta Keterangan Sekda Papua
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya mengagendakan untuk meminta keterangan dari Sekretaris Daerah Pemprov Papua, Kamis (14/2/2019).

"Iya betul. Hari ini penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan Sekda Papua. Surat sudah dikirim," katanya di Mapolda Metro Jaya.

Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK. Meski demikian, Argo mengaku belum mendapatkan informasi apakah Sekda Papua akan bisa memenuhi undangan atau tidak.

"Yang pasti jadwalkan hari ini. Saya belum dapat informasi dari penyidik apakah yang bersangkutan sudah konfirmasi akan datang atau tidak," jelasnya.

Sebelumnya penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memanggil Gilang dan pegawai KPK lain bernama Indra Mantong Batti pada Rabu, 6 Februari 2019 lalu terkait kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan sekelompok orang dari rombongan Pemprov dan DPRD Papua. Namun, pemeriksaan ditunda.

Gilang adalah orang yang diduga dipukul saat sedang mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019 malam. Saat itu, sejumlah orang dari Pemprov Papua datang menghampiri Gilang karena tidak terima difoto.

Mereka sempat menanyakan identitas Gilang. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun mereka tetap 'menghujani' bogem mentah.

Hal ini membuat wajah Gilang mengalami luka memar dan sobek. Korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, Minggu, 3 Februari 2019.

Pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab, di dalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak Pemprov, terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

"Isi pesan WhatsApp telapor sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan," kata Argo.

Atas dasar itu, pihak Pemprov Papua melalui Alexander Kapisa melaporkan kejadian ini, atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin, 4 Februari 2019. Dia melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/716/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Pasal yang dijerat yakni Tindak Pidana di bidang ITE dan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) dan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE. [rok]

Komentar

Embed Widget
x