Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 20:36 WIB

2 Terduga Mutilasi Nuryanto Masih Berstatus Saksi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 14 Februari 2019 | 15:22 WIB
2 Terduga Mutilasi Nuryanto Masih Berstatus Saksi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) masih memeriksa 2 warga negara Pakistan JIR dan A yang diduga sebagai pelaku yang memutilasi bos tekstil asal Bandung Ujang Nuryanto (37) dan teman wanitanya Ai Munawaroh.

"Statusnya masih saksi yang dicurigai," ujar Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Napoleon mengatakan proses penyelidikan di Malaysia berbeda dengan Indonesia. Kepolisian Malaysia membutuhkan waktu 14 hari atau lebih untuk menentukan status terduga pelaku yang diamankan.

"Di malaysia itu hukum acaranya beda sama kita. Kalau kita tahan orang itu udah dua alat bukti, kalau Malaysia ini hukum acaranya 14 hari penyelidikan bisa diperpanjang lagi," katanya.

Lebih lanjut, Napoleon menambahkan kedua WN Pakistan ini adalah orang terakhir yang bersama dengan korban Ujang Nuryanto (37) dan teman wanitanya Ai Munawaroh.

"Mereka mengaku tanggal 23 Januari terakhir ketemu dan mengantar kedua korban ke pusat perbelanjaan kenanga di Podo, Kuala Lumpur, tapi dua hari kemudian (WN Pakistan) laporkan ke pos PDRM kalau dua orang itu hilang. Jadi memang diduga kuat," jelas dia.

Bos tekstil itu diduga menjadi korban mutilasi bersama teman wanitanya. Keduanya hilang kontak dengan keluarga pada pertengah bulan Januari lalu. Nuryanto direncanakan pulang ke Indonesia pada 23 Januari lalu, namun hingga kini tak ada kabar.

Nuryanto ke Malaysia berencana untuk menagih utang ke rekan bisnisnya berinisial MJ senilai Rp 7 miliar. Uang itu merupakan hasil penjualan tekstil kerjasama dengan rekan bisnisnya.

Kepolisian Malaysia menemukan dua mayat diduga korban mutilasi pada 26 Januari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Sementara PDRM Malaysia mengamankan dua warga negara Pakistan diduga kuat menjadi pelaku yang memutilasi dua WNI tersebut. [rok]

Komentar

Embed Widget
x