Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 01:13 WIB

Penjelasan PN Jakpus Soal Foto Hakim Pose 2 Jari

Oleh : Anton Hartono | Rabu, 13 Februari 2019 | 22:14 WIB
Penjelasan PN Jakpus Soal Foto Hakim Pose 2 Jari
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Beredarnya foto sejumlah hakim berpose dua jari kini menjadi polemik. Bahkan Anggota Komisi III DPR RI akan melakukan klarifikasi dengan memanggil Mahkamah Agung (MA) atas foto tersebut.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakpus Diah Siti Basariah mengakui adanya sembilan orang hakim dengan mengenakan toga warna merah hitam kebesarannya yang berpose dua jari.

Namun dalam foto tersebut tak semuanya berpose dua jari, ada yang menunjukkan satu ibu jari dan ada juga yang hanya mengepalkan tangan. Pose yang dilakukan itu adalah spontan tidak ada yang mengarahkan.

"Soal gaya tidak ada yang meminta, tidak ada yang mengatur, semua spontanitas," ujarnya.

Ia juga menegaskan foto itu diambil tiga bulan lalu bersamaan dengan perpindahan salah seorang hakim adhoc Tipikor yang dimutasi ke PN Bengkulu.

Hakim yang pindah tugas itu merupakan mantan hakim militer, sehingga saat difoto bergaya seperti menunjukkan pistol. Simbol pistol itu sudah dilakukan sebelumnya dari berbagai kalangan, sehingga tidak ada kaitannya dengan dukungan terhadap capres.

"Penggunaan gaya pistol sudah sering digunakan sebelumnya oleh berbagai kalangan, kalau menyapa seseorang yang akrab selalu menggunakan gaya pistol," katanya.

Sebelumnya, beredar foto sembilan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpose 2 jari, bahkan ada juga yang berpose 1 jari. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pun telah mengklarifikasi bahwa pose 2 jari itu bukan bentuk dukungan capres tertentu, melainkan simbol pistol.

Diketahui, pose 2 jari merupakan sebuah simbol dukungan untuk capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Umumnya ditandai dengan ibu jari dan telunjuk.

Sedangkan pose 1 jari merupakan simbol dukungan untuk capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.

Komentar

x