Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 07:18 WIB

Hakim Sebut Pose 2 Jari Bukan Dukungan ke Capres

Oleh : Anton Hartono | Rabu, 13 Februari 2019 | 18:51 WIB
Hakim Sebut Pose 2 Jari Bukan Dukungan ke Capres
Ketua Pengadilan Negeri Jakpus Yanto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Beredarnya foto sembilan orang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sambil berpose 2 jari membuat sejumlah pihak menilai adanya keberpihakan dari para penegak hukum.

Ketua Pengadilan Negeri Jakpus Yanto menjelaskan foto yang beredar itu bukan merupakan bentuk dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden.

"Itu pistol, bukan dua jari," ujarnya.

Bahkan ia menyebutkan ada juga yang berpose dengan menunjukkan 1 jari dan ada juga yang hanya berpose dengan tangan tergenggam tanpa mengeluarkan satu jari pun.

Sehingga, lanjutnya, tidak bisa dikatakan dengan dukungan terhadap capres.

"Itu (foto) diambil 3 bulan lalu. Karena ada teman pindah ke PN Bengkulu minta foto kenang-kenangan dan foto gaya bebas dan tidak ada kata-kata apa," jelasnya.

Sebelumnya, beredar foto sembilan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpose 2 jari, bahkan ada juga yang berpose 1 jari.

Diketahui, pose 2 jari merupakan sebuah simbol dukungan untuk capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Umumnya ditandai dengan ibu jari dan telunjuk.

Sedangkan pose 1 jari merupakan simbol dukungan untuk capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.

Komentar

x