Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 16:11 WIB

Ini Aturan Penggunaan GPS Bagi Pengendara

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 13 Februari 2019 | 02:11 WIB
Ini Aturan Penggunaan GPS Bagi Pengendara
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri menegaskan penggunakan GPS yang dilarang dan tak dilarang.

"Sesungguhnya pakai GPS boleh boleh saja, karena GPS kan digunakan untuk membantu melihat, jalur, arah, jarak," kata Refdi kantornya, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Refdi mengatakan putusan MK soal pelarangan penggunaan GPS saat berkendara justru menguatkan UU yang sudah ada. Refdi menjelaskan pengendara akan disanksi jika GPS digunakan saat kendaran dikemudikan atau berjalan.

"Mengemudi kendaraan juga harus berkonsentrasi, pengemudi bisa terganggu konsentrasi ketika mengantuk, lelah, capek, menonton film, menonton video, menggunakan hp, atau mengkonsumsi obat. Yang tidak boleh adalah mengutak atik handphone saat kendaraan berjalan atau dikemudikan," jelas Refdi.

Refdi menambahkan pengemudi boleh mengemudikan pakai GPS. Namun, GPS tersebut harus disetel sebelum pengemudi berjalan atau berhenti terlebih dahulu untuk menyetel GPS.

"Lakukan penyetelan pada saat sebelum mengemudi atau berhenti. Jadi ngga ada itu ngga boleh pakai GPS, tidak dilarang pakai GPS dengan sanksi yang disebutkan itu, tidak," ucap Refdi.

"Jadi putusan MK menguatkan lagi tentang apa yang sudah kami lakukan selama ini. Yang orientasinya adalah bagaimana kita melakukan pencegahan, sosialisasi, informasi dll pada akhirnya kita lakukan penegakkan," sambung dia.

Sebelumnya, Komunitas mobil yang tergabung dalam Toyota Soluna Community (TSC) menggugat aturan menyetir menggunakan HP ke Mahkamah Konstitusi (MK) tepatnya di Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ. Namun gugatan itu ditolak MK.

Penolakan gugatan itu diprotes oleh Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur. Mereka menyesalkan putusan tersebut karena pekerjaan sebagai pengemudi ojek online sangat membutuhkan ponsel.

Komentar

x