Find and Follow Us

Jumat, 19 April 2019 | 02:23 WIB

Idrus Sebut PLTU Riau1 Bukan Proyek Golkar

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 12 Februari 2019 | 21:06 WIB
Idrus Sebut PLTU Riau1 Bukan Proyek Golkar
Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham mengatakan proyek yang membuatnya menggunakan rompi oranye itu bukanlah proyek Partai Golkar.

"Proyek PLTU bukan proyek Golkar. Ini pribadi dan harus bertanggungjawab," katanya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya pembelaan itu perlu. Sebab, dia merasa janggal melihat dakwaan kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang menjeratnya khususnya pada halaman 11 dalam surat

"Di dalam halaman 11 dakwaan itu ada. Terus terang dari hati saya agak terganjal, karena ada seakan-akan sesuai keinginan terdakwa selaku penanggungjawab padahal itu saya pada halaman 11 dan tadi dijelaskan Sarmuji tidak ada keinginan terkait masalah keuangan itu," kata Idrus Marham.

Idrus Marham menegaskan, peran dalam penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar itu selaku peran konseptual bukan peran mencari uang.

"Jadi penanggungjawab utama ketua umum. Baru berdasarkan tata kerja ketua umum mendelegasikan kepada sekjen terkait konsep administrasi. Kemudian ketua umum mendelegasikan kepada bendahara umum terkait keuangan," paparnya.

"Oleh karena itu, saya tidak pernah terkait keuangan. Dan seluruh rencana munaslub secara konseptual di dalam rapat-rapat saja menjadi narasumber," imbuhnya.

Diketahui, dalam surat dakwaan tepatnya pada halaman 11 itu tertulis "Bahwa dari total penerimaan uang dari Johanes Budisutrisno Kotjo sejumlah Rp2.250.000.000,00 tersebut, sejumlah Rp713. 000.000,00 diserahkan oleh Eni Maulani Saragih selaku bendahara kepada Muhammad Sarmuji selaku Wakil Sekretaris Steering Committe Munaslub Partai Golkar Tahun 2017 sesuai dengan keinginan terdakwa selaku penanggungjawab Munaslub Partai Golkar Tahun 2017."

Sebagaimana diberitakan, Idrus Marham didakwa bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih menerima uang Rp 2,25 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Kotjo. Suap itu diberikan agar Blackgold mendapatkan proyek pembangunan PLTU Riau-1 di Indragiri Hulu, Riau.

Rp2 miliar di antaranya dimintakan Idrus ke Kotjo melalui Eni untuk kepentingan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang digelar 2017 lalu. Sementara Rp250 juta lainnya, diminta Idrus ke Kotjo untuk kepentingan Pilkada suami dari Eni Saragih, Muhammad Al-Khadziq.

Atas perbuatannya, Idrus didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. [ton]

Komentar

x