Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 03:00 WIB

Sofyan Basir Dijadikan Saksi, Idrus Tutup Mulut

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 12 Februari 2019 | 12:55 WIB
Sofyan Basir Dijadikan Saksi, Idrus Tutup Mulut
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta -Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham tutup mulut terkait dihadirkannya Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir sebagai saksi di persidangan Selasa (12/2/2019).

"Tidak tahu. Nanti saya dianggap tukang sulap. Setelah persidangan saja ya saya menyatakan pendapat saya," kata Idrus.

Meski demikian, Idrus berharap para saksi memberikan keterangan sesuai fakta. Hari ini, berdasarkan informasi yang didapat, tiga orang saksi dijadwalkan memberi keterangan. Selain Sofyan, jaksa juga bakal menghadirkan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Persero Supangkat Iwan Santoso dan anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI Muhammad Sarmuji.

"Kami berharap hukum ditegakkan demi keadilan. Fakta-fakta hukumlah yang menjadi dasar menentukan putusan," tegas Idrus.

Idrus Marham didakwa bersama Eni Maulani Saragih menerima uang Rp 2,25 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Kotjo. Uang suap itu diberikan agar Blackgold mendapatkan proyek pembangunan PLTU Riau-1 di Indragiri Hulu, Riau.

Rp 2 miliar di antaranya dimintakan Idrus ke Kotjo melalui Eni untuk kepentingan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2017. Rp 250 juta diminta Idrus ke Kotjo terkait kepentingan Pilkada Muhammad Al-Khadziq, suami Eni Saragih.

Atas perbuatannya, Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. [rok]

Komentar

x