Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:35 WIB

Idrus Marham: Semua Harus Dibuka dalam Sidang

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 12 Februari 2019 | 12:31 WIB
Idrus Marham: Semua Harus Dibuka dalam Sidang
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham mengaku siap menjalani sidang.

"Prinsip saya bahwa memang semua harus dibuka di persidangan," katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dia akan bicara soal dugaan keterlibatannya di kasus itu di persidangan. "Kalau menegakan hukum untuk keadilan, fakta-fakta hukum itu menjadi dasar, fakta-fakta persidangan menjadi dasar," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Idrus Marham didakwa bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih menerima uang Rp 2,25 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Kotjo. Suap itu diberikan agar Blackgold mendapatkan proyek pembangunan PLTU Riau-1 di Indragiri Hulu, Riau.

Rp 2 miliar di antaranya dimintakan Idrus ke Kotjo melalui Eni untuk kepentingan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang digelar 2017 lalu. Sementara itu, Rp 250 juta lainnya diminta Idrus ke Kotjo untuk kepentingan pilkada suami dari Eni Saragih, M. Al-Khadziq.

Atas perbuatannya, Idrus didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. [rok]

Komentar

x