Find and Follow Us

Senin, 24 Juni 2019 | 21:45 WIB

Harry Kuncoro Rekrutan Pentolan ISIS Bahrun Naim

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 11 Februari 2019 | 20:42 WIB
Harry Kuncoro Rekrutan Pentolan ISIS Bahrun Naim
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan narapidana terorisme, Harry Kuncoro ditangap lagi untuk ke-4 kalinya karena diduga hendak menyebrang ke Suriah melalui Iran. Harry Kuncoro yang juga terlibat dalam Bom Bali ll ini ternyata rekrutan pentolan ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim.

"BN memberi motivasti kepada HK untuk hijrah, menyusul ke Suriah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dedi mengatakan Harry sudah mengenal Bahrun Naim sejak 2015 silam. Kala itu, Harry mendekam di Lapas Pasir Putih, Nusa Kambangan. Bahrun Naim disebut sering memberikan motivasi kepada Harry Kuncoro.

"Harry) mendengar berita dari seseorang bernama Zamzam, jaringan teroris kelompok JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) mengenai pernikahan anak perempuannya dengan Umar yang merupakan anak Imam Samudra. HK kemudian dikenalkan kepada Umar dan Umar mengenalkan HK kepada BN," ujar Dedi.

Komunikasi intens antara Harus dan Bahrun Naim juga sering dilakukan meski Harry mendekam di balik jeruji. Bahrun Naim sempat memberikan telepon genggam yang bisa menjangkau frekuensi 450 MHz.

"Jenis ponsel yang bisa digunakan di Lapas Pasir Putih yaitu memiliki frekuensi 450 MHz. Jenis ponsel itu hanya ada di luar negeri," jelas Dedi.

Harry Kuncoro ditangkap Densus 88 Antiteror pada 3 Januari 2019 lalu di Bandara Internasional Soekarno Hatta. HK ditangkap saat hendak terbang ke Iran dan melanjutkan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

HK sebelumnya diduga terlibat kasus Bom Bali II, kasus rencana bom di Jakarta, dan rencana penyerangan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). HK juga intens berkomunikasi dengan WNI yang bergabung dengan ISIS, Abu Walid di Suriah.

Komentar

x