Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 04:13 WIB

BPN Minta Pemerintah Jujur Akui Tol Mahal

Oleh : Fadli Zikri | Senin, 11 Februari 2019 | 11:43 WIB

Berita Terkait

BPN Minta Pemerintah Jujur Akui Tol Mahal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Suhendra Ratu Prawiranegara tidak sependapat dengan pernyataan pemerintah yang menyebutkan tarif jalan tol di Indonesia tidak mahal. Dia meminta pemerintah jujur mengakui tarif tol mahal.

"Data yang kami himpun ini berdasar dari berbagai sumber di beberapa negara. Di antaranya Malaysia dan Brasil. Sebagai contoh tarif tol Johor Baru ke Kuala Lumpur dalam kisaran 50.5 Ringgit Malaysia, jarak Johor Baru - Kuala Lumpur berkisar 350 kilometer," kata Suhendra melalui keterangan Media Center Prabowo-Sandi, Senin (11/2/2019).

Dia menambahkan, jika dihitung dalam rupiah, kurs 1 RM adalah Rp3.400, maka perkilometer tarif tol Kuala Lumpur-Johor Baru adalah Rp490. Bisa dikatakan, dengan performa, lstandar pelayanan, fasilitas yang terdapat pada jalan tol Johor-KL tersebut, tarif tol yang dikenakan sangat murah.

"Secara pribadi, kami sudah berkali-kali melewati jalan tol ini," ujarnya.

Contoh berikutnya, lanjut Suhendra, adalah tarif tol di negara Brasil, Amerika Selatan. Yang mana, rata-rata tarif tol di negara tersebut dalam kisaran Rp420 per kilometernya. Negara Brasil, menurutnya juga dapat dijadikan contoh bagaimana pelayanan dan performa jalan tolnya cukup baik.

"Jarang sekali terdapat kemacetan di jalan tol. Keselamatan pengguna jalan menjadi utama, ada juga keistimewaan bagi manula dan bumil (ibu hamil) yang tidak boleh antri (prioritas) saat akan melintas di pintu tol," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan tarif tol ruas trans Jawa yang rata-rata Rp1.000-Rp1.500 per kilometernya tentu tarif tol di Malaysia dan Brasil tersebut jauh lebih murah.

"Jika disebutkan pembandingnya tarif tol Jagorawi dan Cikampek lebih murah, kita harus melihatnya dari berbagai perspektif. Justru pada dua ruas tol tersebut sudah layak digratiskan. Kenapa justru masih diberlakukan tarif bagi pengguna jalan tol," tandasnya. [rok]

Komentar

x