Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Februari 2019 | 16:00 WIB

Pencabutan Remisi Napi Pembunuh Wartawan

PKS Anggap Pencabutan Remisi Politis

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 11 Februari 2019 | 05:04 WIB

Berita Terkait

PKS Anggap Pencabutan Remisi Politis
Politikus PKS Nazir Djamil - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta -Meski beraroma politis, politikus PKS Nazir Djamil menganggap langkah Presiden Joko Widodo mencabut remisi bagi narapidana pembunuh wartawan layak diapresiasi.

"Di satu sisi kita memberikan apresiasi karena berani mencabut remisi," kata Nazir kepada INILAHCOM, Minggu (10/2/2019).

Di sisi lain, Nazir menilai pencabutan remisi itu juga karena adanya penolakan dari sejumlah pihak. Poitikus mantan wartawan ini pun menilai keputusan Jokowi cenderung beraroma politis.

"Di sisi lain, pencabutan remisi itu dinilai lebih dikarenakan adanya penolakan dan protes, baik dari kalangan wartawan maupun pegiat antikorupsi. Karena itu, pencabutan remisi dinilai sangat politis," papar Nazir.

Keputusan Jokowi selaku Presiden RI terkait pencabutan remisi, menurut Nazir, bakal berimplikasi pada bidang yang sama ke depan.

"Jika kelak ada hal yang berlaku sama, Presiden diuji buat ambil keputusan yang sama pula. Jika ini terwujud, keputusan Presiden mencabut remisi bukan imitasi menjelang Pilpres," ulasnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencabut remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Itu disampaikan Jokowi seusai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

"Sudah, sudah saya tanda tangani (pencabutan remisi)," ujar Jokowi saat ditanya peserta yang hadir di acara HPN, Sabtu (9/2/2019).

Dengan pencabutan remisi itu, Susrama pun tetap harus menjalani hukuman seumur hidup sesuai vonis awal.

Remisi yang sempat jadi polemik itu tertuang dalam Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.

Susrama adalah satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman jika memang jadi diterapkan. Jika remisi tak dicabut, hukuman Susrama tereduksi dari penjara seumur hidup jadi 20 tahun penjara. [hpy]

Komentar

x